You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Investasi Cina US$124 miliar untuk proyek perdagangan global
Pemerintah Cina akan menanam modal sebesar US$124 miliar sebagai bagian dari rencana ekonomi yang ambisius untuk membangun kembali pelabuhan, jalan raya, dan rel kereta api.
Presiden Xi Jinping mengumumkan rencana yang dikenal sebagai prakarsa 'Belt and Road' -atau Sabuk dan Jalan- dalam pertemuan puncak pemimpin dunia di Beijing, Minggu (14/05).
"Perdagangan adalah mesin penting dalam perkembangan ekonomi," tuturnya saat membuka pertemuan dua hari tersebut, yang juga dihadiri Presiden Joko Widodo.
Rencana ini, yang ditujukan untuk memperluas hubungan perdagangan antara Asia, Afrika, Eropa, dan kawasan lain yang lebih meluas, pertama kali diungkapkan tahun 2013 lalu.
Sebagian besar dana yang disiapkan akan digunakan untuk memperkuat hubungan dengan mitra-mitra dagangnya, termasuk US$9 miliar sebagai bantuan bagi negara-negara berkembang dan lembaga internasional.
__________________________________________________________
Jepang dan India tidak hadir
Presiden Xi tidak menjelaskan kerangka waktu untuk penyaluran dana yang dijanjikannya bagi proyek-proyek yang diungkapkannya pada Minggu (14/05).
Para pemimpin 29 negara dunia menghadiri Forum Sabuk dan Jalan, yang akan berakhir Senin (15/05).
Selain Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan Presiden Turki, Recep Tayip Erdogan, forum di Beijing juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.
Beberapa pemimpin Eropa lain, seperti perdana menteri Spanyol, Italia, Yunani, dan Hungaria termasuk yang hadir dalam forum ini.
Namun negara tetangga, Jepang dan India, tidak hadir karena curiga bahwa agenda pembangunan Cina akan menjadi topeng dari upayanya dalam mencapai ambisi geopolitik dan aset strategis.
__________________________________________________________
Presiden Xi menggunakan pidatonya untuk menjamin para pemimpin Barat bahwa rencana -yang juga disebut sebagai Jalan Sutra Cina yang baru- bukan semata-mata untuk mempromosikan pengaruh Cina secara global.
"Dengan mengajukan Sabuk dan Jalan, kami tidak akan memoles jalur lama dari permainan antar musuh. Sebaliknya kami akan menciptakan model baru berupa kerja sama dan keuntungan bersama."
"Kita sebaiknya membangun sebuah landasan terbuka untuk kerja sama dan menjunjung tinggi serta mengembangkan keterbukaan perekonomian duna," tambah Presiden Xi.
Dia menegaskan pula bahwa Cina siap membagi pengalaman pembangunannya dengan semua negara tanpa campur tangan dengan urusan internal negara-negara lain.
"Terlepas Anda dari Asia, Eropa, Afrika, atau Amerika, mereka semua merupakan mitra kerja sama dalam membangun Sabuk dan Road."