You’re viewing a text-only version of this website that uses less data. View the main version of the website including all images and videos.
Presiden Xi Jinping akan bertemu Presiden Donald Trump di Florida
Cina mengukuhkan Presiden Xi Jinping akan berkunjung ke Amerika Serikat untuk bertemu dengan Presiden Donald Trump, di kawasan wisata Mar-a-Lago di Florida pada tanggal 6 dan 7 April.
Perdagangan akan menjadi tema utama pembicaraan pemimpin dari dua negara dengan perekonomian terbesar dunia itu, namun juga tampaknya akan membahas Korea Utara dan Taiwan.
Hubungan Beijing dan Washington sempat memanas ketika Presiden Trump menerima panggilan telepon dari Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, namun belakangan Trump menegaskan kebijakan Satu Cina.
Cina -yang tetap menganggap Taiwan sebagai provinsinya yang membangkang- langsung menyatakan protes setelah percakapan telepon itu.
Bulan Desember, dalam sebuah wawancara TV, Trump juga sempat mempertanyakan kebijakan Satu Cina.
"Saya memahami sepenuhnya kebijakan Satu Cina namun saya tidak paham kenapa kami harus terikat pada Satu Cina kecuali kami memiliki kesepakatan dengan Cina yang menyangkut hal-hal lain, termasuk perdagangan."
Komentar Presiden Trump itu ditanggapi oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Geng Shuang, yang menegaskan kebijakan Satu Cina adalah dasar dari hubungan dengan Washington.
Setelah Abe ke Mar-a-Lago
Beberapa kerikil lain dalam hubungan kedua negara antara lain mencakup komentar Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, tentang peningkatan keberadaan militer Cina di Laut Cina Selatan.
Tillerson menyarankan agar AS menutup akses ke pulau buatan yang dibangun Cina di wilayah perairan yang masih menjadi sengketa antar beberapa negara tersebut.
Namun percakapan telepon antara Trump dan Xi pada pertengahan Februari -yang antara lain berisi penegasan Trump untuk mendukung Satu Cina- 'menyejukkan' kedua negara.
Korea Utara juga menjadi sumber masalah bagi Cina dan AS karena Trump berpendapat Cina 'tak berbuat banyak untuk membantu' menghadapi negara yang dianggap 'suka berperang' dan yang 'selama beberapa tahun mempermainkan Amerika Serikat'.
Pemilihan tempat pertemuan di Mar-a-Lago agaknya menekankan pentingnya kunjungan Presiden Xi karena sebelumnya, pada Bulan Februari, di tempat inilah Presiden Trump menyambut Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.
Baru kedua pemimpin negara besar Asia itu saja yang datang ke Mar-a-Lago untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat.
Namun tampaknya Xi tidak akan main golf di sana, seperti yang dilakukan Abe.