Presiden Afsel marah disamakan dengan Presiden Donald Trump

Sumber gambar, Mail & Guardian
Kantor presiden Afrika Selatan mengungkapkan kemarahan atas sebuah artikel yang menyamakan Presiden Jacob Zuma dengan Presiden Donald Trump.
Situs berita Mail & Guardian menerbitkan sebuah kolom pendapat karya Eusebius McKaiser yang berjudul 'Trump dan Zuma lebih buruk dari para penipu'.
Artikel tersebut dianggap kantor presiden sebagai 'cara di luar konvensi dari wartawan yang bertanggung jawab dan kebebasan berekspresi'.
Lewat kolom tanggapan, yang juga diterbitkan Mail & Guardian, seoarang pejabat kantor presiden David Ntshabele juga mempertanyakan bagaimana mungkin makian dan kata-kata tajam, khususnya terhadap kepala negara, bisa lolos dari pengawasan redaksi.
Parlemen Afrika Selatan saat ini sedang membahas undang-undang tentang ungkapan kebencian yang -antara lain- akan menetapkan penghinaan atas presiden sebagai kejahatan.

Sumber gambar, Reuters
Penulis Eusebius McKaiser memulai kolomnya dengan mengatakan tergoda untuk mentertawakan rakyat Amerika Serikat karena keedanan Donald Trump, "Namun saya kemudian ingat bahwa satu Jacob Zuma masih tetap presiden kami."
Dia antara lain menuduh Zuma tidak takut untuk berbohong, antara lain dengan merujuk pada perbaikan rumah peristirahatannya di kawasan pedesaan Nkandla, yang dituduh menggunakan dana negara.

Sumber gambar, Reuters
"Itulah sebabnya kenapa di parlemen, misalnya, dia cuma tertawa ketika mengatakan tidak tahu tentang biaya perbaikan rumah peristirahatan di Nkandla dan kenapa tidak tidak ragu-ragu berbohong tentang kolam renang untuk kolam memadamkan kebakaran," tambahnya.
Pengadilan sudah memutuskan agar Presiden Jacob Zuma membayar kembali dana negara yang digunakan untuk merenovasi rumah di Nkandla, yang dilaporkan mencapai sekitar Rp312 miliar.










