Apakah media sosial sangat mempengaruhi kebijakan pemerintah?

ahok

Sumber gambar, TWITTER

Keterangan gambar, Dukungan petisi ‪#‎Gueahok‬ dan ‪#‎SaveAhok‬ di media sosial terus bergulir.

Akhir-akhir ini gerakan sebagian anggota masyarakat kembali muncul di media sosial untuk menyatakan dukungan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Para pemakai Facebook dan Twitter mengumpulkan dukungan terhadap Ahok yang sedang menghadapi masalah dengan anggota DPRD DKI Jakarta.

Mereka membuat petisi ‪#‎Gueahok‬ dan ‪#‎SaveAhok‬ dan meminta Ahok tidak takut menghadapi hak angket yang digulirkan DPRD.

Konflik terbuka DPRD Jakarta dengan Ahok dilatari anggaran DKI yang diajukan Gubernur Ahok berbeda dengan anggaran versi DPRD.

Sudah cukup sering sebagian anggota masyarakat berusaha mempengaruhi kebijakan pemerintah lewat media sosial.

Misalnya pada tahun 2009 dalam kasus mantan pimpinan KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah yang dijadikan tersangka penyalahgunaan wewenang dan upaya pemerasan.

Tetapi apakah media sosial seperti Facebook dan Twitter memang ampuh dalam mempengaruhi kebijakan pemerintah?

Apakah dukungan yang didapat di media sosial dapat dipandang mewakili masyarakat umum?

Pandangan anda

Kami mengucapkan terimakasih kepada anda yang telah mengirimkan pandangannya ke email, serta halaman Facebook dan Twitter BBC. Diantaranya:

Mudah mudahan dari media sosial ini juga mempengaruhi, karena saya tidak berada di indonesia, hanya lewat media sajalah saya bisa ikut memberikan dukungan kepada pak gubernur jakarta. #save ahok. Meskipun saya juga bukan warga Jakarta, tetapi jarang sekali ada pejabat seperti pak Ahok, maju terus pak Ahok, saya yakin negara ini akan maju jika di pimpin oleh pejabat seperti bapak, jangan mau tunduk dengn para begal era modern. Aris Setiani, Chiayi Taiwan.

FB sangat mempengaruhi kebijakan pemerintah dan pendekatan kepada rakyat. FB juga bisa di manipulasi information yang salah dan yang benar karena bebas, dan mencari supporter. FB ialah media social yang bebas mengutarakan pendapat salah atau benar tergantung perspective masing2 individual. FB base on the truth information and 'eye witness, yang berdasarkan kebenaran umum yang logic 'make sense', FB juga bisa membaca quality, watak, kelakuan, prinsip individual comments orang itu. Maxy Taulu, Sydney Australia.

Setuju, karena sekarang zaman modern. Nggak semestinya turun ke jalan. Lo udah fatal baru turun ke jalan seperti tahun 98. Arik Raeli lewat Facebook.

Saya rasa ya, kalau ditelaah pengguna medsos itu sangat banyak, bisa dianggap representasi publik, apalagi dampak kemajuan zaman yang begitu terbuka. Medsos ini cuma salah satu fasilitas yang dimanfaatkan untuk menyampaikan pendapat terhadap berbagai kebijakan. Tetapi sekali lagi keputusan akhir tetap di tangan pemerintah. Bela Astika lewat Facebook.