Pantaskah kapal pencuri ikan ditenggelamkan?

ikan

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Ada yang menilai, ancaman penenggelaman itu cuma "gagah-gagahan."

Pemerintah Indonesia mengupayakan berbagai kebijakan baru untuk mengatasi pencurian ikan oleh nelayan asing.

Presiden Joko Widodo bahkan memunculkan wacana untuk menenggelamkan kapal-kapal pencuri ikan yang tertangkap basah.

Dalam pidato di depan para peserta kursus reguler Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) di Istana Negara Jakarta, Selasa (18/11/2014), Jokowi mengatakan, "Sudahlah, tidak usah tangkap-tangkap, langsung tenggelamkan.Ya, betul, saya sampaikan itu," kata Jokowi, disambut tepuk tangan.

Senada dengan itu, Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti telah pula melontarkan berbagai pernyataan kontroversial dalam menindak praktek pencurian ikan.

Misalnya moratorium pemberian izin kapal penangkap ikan hingga pengeboman terhadap kapal pencuri ikan.

Gagasan kontroversial ini tak urung mendapat kritik dari sana-sini.

Tapi Forum BBC Indonesia lebih mengutamakan pendapat Anda: Apakah setuju dengan gagasan penenggelaman kapal asing pencuri ikan?

Dan kenapa?

Atau mungkin Anda tidak sepakat, karena alasan hukum internasional, HAM, sekadar gagah-gagahan, gertak sambal, atau alasan lain? Tulis pendapat Anda di formulir yang telah disediakan di bawah.

Jangan lupa sertakan nama, asal kota, dan nomor telepon bila Anda tidak keberatan direkam pendapatnya. Nomor Anda akan dirahasiakan dan hanya digunakan untuk kepentingan Forum BBC Indonesia.

Pendapat dan komentar terpilih akan disiarkan di acara Forum BBC Indonesia, Kamis (4/12) dalam siaran pukul 18.00 WIB.

Komentar Anda

Lewat email

"Setuju sekali karena hal tersebut membuktikan keseriusan pemerintah melindungi kedaulatan kita atas kekayaan alam kita sekaligus agar para pencuri tidak meremehkan negara dan pemerintahan Indonesia." Koni, Jakarta.

"Prinsipnya setuju: tenggelamkan. Tapi harus dibuat dulu SOP-nya mengingat hal ini menyangkut hubungan antar bangsa yang bisa berdampak luas sekali. Harus pula didukung kepiawaian diplomat kita." Eric Soewarno, Semarang.

"Jangan ditenggelamkan, sayang kita pakai saja." Boedi Niharja, Jakarta.

"Wah serius nih? Kalaupun betul itu, saya setuju banget dengan kebijakan yang tegas seperti karena Indonesia sangat membutuhkan pemimpin dan kebijakan yang tegas untuk kedaulatan Indonesia." Deniar, Garut.

"Saya setuju sekali dengan pendapat pemimpin kita yang baru. Bukti upaya yang akan dipatuhi oleh para nelayan asing yang masuk perairan indonesia." Nursalam Ruslan, Sambas.

"Tangkap oran-orangnya setelah itu tenggelamkan kapalnya. Biar kapal tidak bisa mencuri lagi, tahan penangkap ikannya dan masukin penjara." Mina Antika Dewi, New Jersey, AS.

"Setuju! Yang penting ABK-nya harus diselamatkan dulu baru kapalnya ditelenggelamkan. Mengapa harus ditenggelamkan? Kok tidak dilelang? karena bisa jadi kalangan mereka sendiri yang nanti bakal membelinya apalagi dipotong-potong dan dijadikan besi tua lalu diperjualbelikan. Bisa jadi rakyat nanti bakal bertanya-tanya, uang hasil lelang ke mana dan dipakai untuk apa?" Mat Nur, Surabaya.

Lewat Facebook

"Jangan main tenggelamin dong. Lihat dulu sejauh mana kapal itu merugikan kita. Ingat kita hidup bertetangga jadi harus saling menghormati satu sama lain. Kita punya banyak TKI ilegal di Malaysia. Kalau mau jelek-jelek kan ini namanya juga mencuri sebab tidak membayar pajak tapi menghasilkan devisa untuk negara kita. Pemerintah harus arif dan bijaksana." Adi Hartono.

"Yan pasti nelayan Indonesia pasti setuju." Airiel Hairil.

"Jangan gitulah. Harus ada kemanusian. Sesuai hukum." Yusuf Sahrullah.

"Setuju banget karena kekayaan laut di Indonesia haknya rakyat NKRI bukan negara lain. Jadi lebih karena melanggar batas." Yohanes Kenzi Rioracingteam.

"Untuk hal ini saya setuju meskipun saya bukan pendukung Jokowi!" Julian Antonio Miao-miao.