Pengguna medsos kurang perhatikan etiket?

Twitter

Sumber gambar, Reuters

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, melaporkan pemilik akun Twitter @kemalsept ke polisi setelah menulis posting di media sosial yang dianggap menghina Bandung dan wali kota.

Kemalsept antara lain menyebut Bandung sebagai kota sampah dan kota pelacur. Ia juga dianggap menghina langsung pribadi Ridwan Kamil.

"Saya selalu memaafkan dan senang dikritik. Bedakan kritik dengan penghinaan pribadi. Kasus #kemal jika tidak ada tindakan akan jadi kultur generasi baru," jelas Ridwan Kamil tentang alasannya melaporkan pemilik akun @kemalsept ke polisi.

Ridwan Kamil mengatakan bahwa karakter Kemal ini sistemik, bahkan menyebutnya sebagai fenomena gunung es di Bandung dan juga terjadi di kota-kota lain di Indonesia.

Sejauh ini belum ada tanggapan dari @kemapsept dan dilaporkan ia sudah menutup akun Twitter-nya.

Dilaporkannya @kemalsept ke polisi terjadi beberapa hari setelah ekspresi kejengkelan Florence Sihombing di media sosial memicu protes sebagian masyarakat di Yogyakarta dan bahkan membuatnya sempat ditahan polisi.

Pendapat Anda

Apakah ini semua menandakan ada pengguna media sosial di Indonesia yang sangat kurang memperhatikan etiket?

Apakah Anda setuju perlu tindakan tegas, seperti melibatkan polisi atau lembaga pengadilan, agar persoalan ini tidak 'menjadi penyakit' baru di masyarakat?

Tulis komentar Anda di formulir yang telah disediakan.

Sertakan nomor telepon bila Anda ingin kami hubungi untuk direkam suaranya.

Anda juga bisa menulis komentar di halaman BBC Indonesia di Facebook.

Komentar terpilih akan kami siarkan di acara Forum BBC Indonesia pada Kamis petang pukul 18.00 WIB.