Apakah ideologi ISIS bisa mengancam keberagaman Indonesia?

Sumber gambar, reuters
Sejumlah kelompok menyatakan secara terbuka dukungan terhadap pemimpin Daulah Islamiyah alias ISIS walaupun pemerintah Indonesia telah menyatakan penolakan terhadap ideologi kelompok ini.
Awal bulan ini, lebih dari 10 ormas Islam Indonesia - termasuk PBNU dan Muhammadiyah dan Majelis Ulama Indonesia- juga menegaskan <link type="page"><caption> penolakan terhadap kelompok ini.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/08/140806_ormas_islam_isis.shtml" platform="highweb"/></link>
Mereka menyebutkan ideologi Daulah Islamiyah bukan ideologi Islam dan bersifat 'radikal'.
Ketua Umum MUI, Din Syamsuddin, mengatakan bahwa Daulah Islamiyah adalah gerakan radikal yang mengatas-namakan Islam di Irak dan Suriah, namun tidak mengedepankan watak Islam yang rahmatan lil 'alamin (rahmat bagi alam semesta).
"ISIS menggunakan pendekatan pemaksaan kehendak, kekerasan, pembunuhan terhadap orang-orang yang tidak berdosa, penghancuran terhadap tempat-tempat yang dianggap suci oleh umat Islam, serta ingin meruntuhkan negara yang sudah berdiri sebagai hasil perjuangan umat Islam melawan penjajahan" kata Din.
Namun di tengah penolakan ini, sejumlah kelompok tetap menyatakan dukungan antara lain di Jakarta, Solo, Bima, Nusa Tenggara Timur, dan juga Malang, Jawa Timur.
Ancaman terhadam keberagaman Indonesia
BNPT menyebutkan kelompok yang menyatakan kurang dari 20 kelompok Islam, sementara 50 orang pergi 'berperang' bersama Daulah Islamiyah.
Penyebaran dukungan untuk ISIS dilakukan termasuk melalui media sosial.
“Kami memantau mereka, dan juga meminta adanya keterlibatan masyarakat untuk mencegah penyebarluasan kelompok radikal yang mendukung ISIS di Indonesia,” kata Deputi bidang Kerjasama Internasional BNPT Harry Purwanto.
"Kita harus mengamandeman UU agar dapat mencegah penyebaran paham radikal," tambah Harry.
Analis mengatakan Indonesia menghadapi tantangan besar untuk mengatasi meningkatnya ideologi radikal terutama di kalangan anak-anak muda, yang dikhawatirkan bisa mengancam keberagaman.
Seberapa jauh ideologi Daulah Islamiyah ini dapat mengancam keberagaman Indonesia?
Dan apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi penyebaran ideologi kelompok ini?
Tulis di kolom yang disediakan dan jangan lupa nama serta asal kota Anda.
Mohon cantumkan nomor kontak bila Anda bersedia dikontak BBC untuk komentar yang terpilih untuk diudarakan dalam siaran BBC Kamis pukul 18:00 WIB.
Komentar Anda
P Alfred Kawatak, Malang Saya rasa masih banyak masyarakat yang ingin hidup damai penuh toleransi dan saling menghargai, karena pada hakekatnya satu sama lain tetap saling membutuhkan, hal ini nampak jelas dalam bidang perdagangan, sosial, pendidikan dan lain-lain. Oleh karena itu setiap anggota masyarakat sebaiknya berpartisipasi dan peka terhadap lingkungan tempat tinggal mereka. Jika melihat ada suatu kegiatan yang mencurigakan sebaiknya segera melaporkan kepada kepolisian. Kedamaian dan ketentraman adalah milik kita, hak kita dan kewajiban kita pula untuk menjaga dan memelihara kedamaian itu.
Octavianus Franciscus, Jakarta Seberapa jauh ideologi Daulah Islamiyah ini dapat mengancam keberagaman Indonesia? Sangat dalam, karna ideologi indonesia adalah pancasila dimana di katakan dalam sila ke 5 "keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia" dijabarkan di wikipedia edisi indonesia salah satu penjelasan dari sila ke 5 adalah menghormati hak hak orang lain dan dalam uud 1945 Pasal 29 ayat 2 UUD 1945 : Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing.
Khoirul Anam, Balikpapan Terkadang kebesaran Islam tertutup oleh kebodohan umatnya, dijaman Rasullah SAW dan para khulafaurrasyidin toleransi antar umat beragama sangat diutamakan.
I Made Kariyasa, Mataram Sangat mengancam keberagaman yang sudah ada semenjak indonesia merdeka....mari bersama sama kita tolak isis masuk indonesia....
Jonet, Bekasi, Bekasi ISIS adalah organisasi radikal yang menggunakan topeng Islam, untuk memecah belah Islam.
Sutrisno, Jambi Untuk mengatasinya, jangka pendek : pemerintah dan ulama harus mensosialisasikan, menangkap dan membinanya (bukan mencabut hak kewarganegaraan). Jangka panjang, pemerintah (pejabat) dan ulama (ustad) harus beri suri tauladan dengan tidak KKN dan agar rakyat punya simpati (tidak muak). Jangan seperti selama ini, berkoar-koar reformasi, menegakkan amarma'rufnahimunkar ternyata munafik.
Rahman, Sampang Saya sebagai umat Islam, tidak setuju dengan adanya ISIS. Kalau boleh pemerintah Indonesia memberantas agar tak merebak ke seluruh pelosok desa.
Muhamad Turikan, Gresik Pemerinta harus punya prinsip, tidak boleh mengikuti perintah negara adidaya. Kenali ISIS. Jika perbuatan ISIS melanggar apa yang ada dalam al-Quran, ISIS menerima masukan, demi kebaikan.
Putra Bombay, Facebook BBC Indonesia Kembalikan .kepada toleransi..saling menghormati.antar agama lain ...Islam adalah agama yang .damaii..tidak ada .acaran untuk menggagu...agama orang lain.
Moko Rizkypratomom, Facebook BBC Indonesia Isis itu udah dari dulu tapi kenapa baru rame sekarang? Pasti ada udang di balik bakwan.
Tonny Rahu, Facebook BBC Indonesia Melihat fakta yg trjadi di syria dan iraq tentu saja ini merupakan ideologi radikal yg mengancan keutuhan NKRI,,,,karena sipapun yg bersbrangan dgn paham yg dianutnya harus diperangi,,,kitakan negara multi kultur dan etnis.
Arif Setyawan, Facebook BBC Indonesia Idiologi jelas berbeda...walaupun indonesia mayoritas islam,,,tetapi mayoritas penduduk indonesia tidak suka kekerasan...penduduk indonesia menyukai perbedaan...yang nggak suka perbedaan ya harusss minggat dari indonesia
Abdee Hakeem, Facebook BBC Indonesia Nigera dengan Bhineka Tunggal Ika tidak mengusik kedamaian kami. Kalau ada kedaulatan apa saja yg masuk ke Indonesia cuma bikin pecah belah mending keluar saja dari negari tercinta ini.
Abdul Hamid, Jember Melihat perkembangan yang terjadi saya pikir kewaspadaan akan gerakan radikal perlu diwaspadai dan diantisipasi bersama oleh seluruh komponen masyarakat sehingga dengan demikian ancman ISIS tersebut terhdap pluralitas sedini mungkin dapat dihindari.
Ato, Buraydah Ingatlah majapahit, ingatlah Sriwijaya...dunia ini harus berubah dengan kenyataan zaman...dalil dalil sudah jelas dan gamblang, kejadian kejadian telah muncul dan harusnya menyadarkan pikiran kita....mau kemanakah ummat Islam ?
AG Paulus, Purwokerto ISIS dan aliran radikal sejenis spt al Qaida jelas aksi yang nyata-nyata melanggar HAM apapun alasannya,krn NKRI telah meratifikasi Konvensi PBB ttg HAM, apalagi NKRI dg Pancasila dan UUD 45 serta tidak berdasar agama dan amat plural jelas harus tetap dipertahankan, harga mati tanpa kompromi.
Rakean Agung, Tangerang ISIS,Daulah Islamiah atau apa pun namanya.Bermuarakan gejolak situasi & kondisi konplik politik di Irak-Suriah serta Timteng umumnya dimana AS terlibat,dan berkepentingan disana.Yg,inginkan sebuah negara islam didalam negara pula.Ketegasan diperlukan dimana yg terlibat langsung diberikan sangsi termasuk kehilangan kewargaan negaraan nya sebagai WNI itu. Waspadailah, selamatkan generasi bangsa ini,dari paham sesat.
Joe Harianto, Facebook BBC Indonesia Bhinneka tunggal ika, pancasila harga mati. Indonesia berjuang dan merdeka bukan karena satu agama, apalagi hanya satu suku
Kardi Manullang, Facebook BBC Indonesia Saya lihat komentar-komentar media sosial, banyak yang mendukung ISIS di Indonesia. Mereka memandangnya sebagai penyelamat agama, saya pikir ini sesat karena agama bukan untuk diselamatkan, agama hanya cara menuju Tuhan, dan Tuhanlah yang menyelamatkan manusia.
Dhowi Ahmada, Facebook BBC Indonesia Memaksakan kehendak memakai cara cara kekerasan bukan demokrasi. Di Indonesia ada KOMNASHAM, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, tidak mungkin memaksakan kehendak di negara NKRI.
A Wardana, Denpasar ISIS ada di Indonesia sudah termasuk 'MAKAR' mengganggu stabilitas NKRI









