Pencari suaka diombang-ambingkan

Kapal pembawa imigran

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Beberapa kapal yang akan menuju Australia mengalami kecelakaan dengan korban jiwa.

Perdana Menteri Australia yang terpilih pertengahan September lalu, Tonny Abbott, sejak awal sudah menegaskan akan mengambil kebijakan tegas atas pencari suara yang berpaya masuk ke negara itu dengan menggunakan perahu.

Selain menunjuk komandan militer untuk mengatasi manusia perahu, <link type="page"><caption> Abbott juga</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/09/130916_australia_indonesia_imigran_perahu.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> akan menggiring perahu pembawa</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/09/130916_australia_indonesia_imigran_perahu.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> pencari suaka yang hendak ke Australia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/09/130916_australia_indonesia_imigran_perahu.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> kembali masuk ke perairan Indonesia.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/09/130916_australia_indonesia_imigran_perahu.shtml" platform="highweb"/></link>

Sebagian besar pencari suaka dari kawasan Timur Tengah yang menggunakan perahu melewati perairan Indonesia untuk mencapai daratan Australia.

Kebijakan ini tampaknya mempengaruhi hubungan Australia dan Indonesia, yang menyatakan menolak jika pencari suaka dikembalikan ke Indonesia.

Dan sikap itu ditegaskan kembali oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Jumat (08/11) menanggapi laporan tentang pesan darurat permintaan tolong dari perahu pencari suaka di lepas pantai sebelah selatan Pulau Jawa, Kamis (07/11).

"Mereka itu bukan korban kecelakaan tapi pencari suaka yang tujuannya ke Australia," kata Djoko melalui pesan singkat telepon kepada kantor berita AFP.

Dan perdebatan ini menghangat kembali di tengah munculnya berita tentang keterlibatan Australia dalam penyadapan intelijen terhadap Indonesia.

Bagaimana pendapat Anda?

Apakah Indonesia sebaiknya lebih mementingkan nilai kemanusiaan dari pada hubungan diplomatik dan menyelamatkan perahu yang dikembalikan oleh Australia ke perairan Indonesia?

Atau menurut Anda, Indonesia harus kembali membalas kebijakan Australia dengan tetap membiarkan perahu yang membawa pencari suaka terombang ambing di laut dan terancam jiwanya?

Mungkin juga Anda punya jalan keluar untuk menyelesaikan masalah ini? Apa dan bagaimana?

Komentar Anda

"Indonesia kok. Bohong kalau Indonesia bilang tidak akan berbaik-baik dengan Australia besok hari. Nanti kalau ada kesulitan, juga akan menjilat negara lain lagi." Lia, Semarang.

"Belum bisa lebih tegas bersikap. Cuma segitu saja. Percuma negara ini punya hari kemerdekaan yang selalu dirayakan dan punya hari pahlawan yang selalu dikenang." Junaedi Spy, Komunitas BBC Indonesia di Facebook.

"Suaka politik harus ditolong kasihan, mereka juga manusia. Mungkin mereka mau hidup di Australia karena aman." Yoseph, Jakarta.

"Wah bagus pemerintah Indonesia punya sikap terhadap Australia kali ini. Dipecundangi sejak kasus Timor Leste dan impor sapi, akhirnya. Awal yang baik secara diplomasi luar negeri. Indonesia lanjutkan." Enita Robentrop, Komunitas BBC Indonesia di Facebook.

"Nanti juga baikan lagi dan semua itu terlupakan." Taufik Irmansyah, Komunitas BBC Indonesia di Facebook.

"Kemanusian harus lebih dikedepankan." Solehudin Sodri, Komunitas BBC Indonesia di Facebook.

"Sebenarnya mereka bukan pencari suaka murni melainkan orang yang menghindar dari kewajibannya untuk berjihad. Persis sabda Rosulullah bahwa ketika terjadi pertempuran pasti ada yang berbalik (melarikan diri). Contohnya mereka, nyatanya masih banyak penduduk yang bertahan dan berjihad untuk menegakkan kalimat Allah." Mas Slamet, Kendal.