Apakah operasi tangkap tangan akan buat orang takut korupsi?

Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar, ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi setelah tertangkap tangan diduga menerima suap di rumahnya.
Uang yang diduga suap, bernilai antara Rp2-3 miliar, diyakini terkait dengan <link type="page"><caption> sengketa hasil pilkada</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/10/131003_akil_mochtar_mk_majelis_kehormatan.shtml" platform="highweb"/></link> di Kalimantan.
KPK kemudian menetapkan Akil sebagai tersangka.
<link type="page"><caption> Penangkapan Akil</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/10/131003_akil_kpk.shtml" platform="highweb"/></link> dalam kasus korupsi ini dianggap mengejutkan.
Akil adalah orang pertama di MK, lembaga negara penting yang antara lain bertugas menguji undang-undang, pembubaran partai politik, hingga pemakzulan presiden dan wakil presiden.
Selain itu Akil, yang pernah menjadi anggota DPR, dilaporkan pernah mengusulkan sanksi berat bagi para koruptor berupa pemiskinan dan potong jari untuk memberi efek jera.
Penangkapan Akil membuat Emerson Yuntho dari ICW mendesak MK melakukan 'pembersihan'.
"Bersih-bersih terhadap keterlibatan orang-orang selain Akil Mochtar karena ini masalah reputasi, jadi aspek perbaikan harus dilakukan," kata Emerson.
Mantan ketua MK, Mahfud MD, mengatakan kasus ini menjadi peringatan dan pelajaran yang berharga bagi MK sebagai lembaga hukum.
Komentar Anda
KPK tidak menyia-nyiakan kepercayaan masyarakat dan pemerintah, dengan gaji yang mereka terima. Soal tangkap tangan, sepertinya belum akan meredakan keinginan untuk korupsi. Karena pada hakekatnya, belum semua koruptor menyadari kesalahan yang mereka lakukan ketika melakukan tindakan tersebut. Sebagian menganggap mereka menerima komisi, sebagai jerih payah atau uang lelah. Juga, ada yang takut disingkirkan, dikucilkan, atau bahkan dibuang bila tidak mengikuti sistem di lingkungan mereka. (Agustinus, Jakarta)
Kalau cuman tangkap tangan, itu tidak akan membuat orang jera. Pelaku korupsi mungkin baru akan jera bila dipotong tangannya atau ditembak mati. Baru orang-orang akan takut korupsi. Kalau cuma hukuman penjara 10 tahun, orang tidak akan takut, apalagi di tempat ia dihukum ada fasilitas lengkap. (Samuel Umbu, via Facebook)
Menurut hemat saya masalah korupsi tidak akan terbebas dari bangsa ini sebelum semua pihak sadar akan hukum, karena itulah korupsi di indonesia saat ini terjadi disetiap tingkatan dan lembaga. Yang membuat orang-orang tidak takut korupsi karena hukuman yang diterapkan kepada pelaku tidak semestinya. (Miswar, via Facebook)
Dalam sejarah belum pernah ada di Indonesia pejabat tinggi negara terkena masalah yang memalukan seperti ini. Oleh karena itu seseorang yang meruntuhkan harga diri bangsa, sangat pantas mati. Karena pada hakekatnya dia memang sudah mati nurani kenegarawanannya. Alangkah baiknya matikan sekalian berikut raga-raganya. (Sujarno, Jakarta)
Saya sangat teramat sedih mendengar berita ini. Kok bisa orang NO. 1 di lembaga hukum bisa korupsi. Saya rasa hukum yang pantas untuk para koruptor adalah hukum seumur hidup. (Igiizi, Cirebon)
Hukum mati adalah harga mati yang tidak bisa untuk ditawar-tawar lagi buat koruptor... (Mamang, Indramayu)
Hanya ada satu cara untuk membuat takut, koruptor dihukum mati. Saya yakin tuan-tuan akan berpikir 1.000 kali untuk melakukannya. (Sebo Vitalis, Ruteng)









