Kemungkinan pergantian penguasa di Malaysia

Pemilih di Malaysia
Keterangan gambar, Warga mendengarkan ceramah politik selama masa kampanye sebelum mencoblos pada 5 Mei.

Pemilu Malaysia tahun 2013 dianggap sebagai pemilihan paling sengit menyusul tsunami politik dalam pemilu 2008 ketika kursi mayoritas Barisan Nasional digerus oleh oposisi sehingga tidak lagi menguasai mayoritas dua per tiga kursi.

Para pengamat mengatakan dukungan pemilih kepada aliansi partai oposisi di bawah pimpinan mantan Wakil PM Anwar Ibrahim semakin meningkat belakangan tetapi mereka mengakui sebagian warga memang masih gamang untuk beralih dari Barisan Nasional, koalisi yang berkuasa di Malaysia sejak merdeka 56 tahun lalu.

"Awalnya kami memperkirakan koalisi yang berkuasa, Barisan Nasional, akan tetap menang meski dengan jumlah kursi yang lebih rendah. Tapi melihat kondisi di lapangan, ada potensi oposisi Pakatan Rakyat menang," kata kepala lembaga jajak pendapat Merdeka Center, Ibrahim Suffian.

Sebagian kalangan berpendapat belum yakin betul oposisi mampu memerintah dengan baik, antara lain karena mereka belum berpengalaman, kecuali di tingkat negara bagian yang mereka kuasai.

Selain itu aliansi tiga partai oposisi tidak sejalan dari segi ideologi. Kenyataan itu sering dieksploitasi oleh Barisan Nasional dengan menakut-nakuti pemilih agar mereka tidak mempertimbangkan oposisi.

PM Najib,yang sekaligus menjabat sebagai pimpinan Barisan Nasional, mengatakan pasar dan mata uang akan runtuh bila oposisi menang, sementara para pendukung tradisional Barisan Nasional takut kehilangan segala macam tunjangan dan kemudahan yang selama ini mereka nikmati.

Komentar

Apa pendapat Anda tentang pemilahan umum di Malaysia?

Apakah sudah waktunya pemilih memberikan kesempatan kepada oposisi?

Ataukah seharusnya pemilih membantu mempertahankan status quo agar program-program pembangunan berjalan?

Pelajaran apa saja yang bisa dipetik Malaysia dari reformasi politik di Indonesia?

Kirim pendapat Anda untuk Forum BBC Indonesia yang disiarkan di radio setiap Kamis pukul 1800 WIB dan juga dapat disimak melalui internet BBCIndonesia.com.

Tulis komentar Anda di kolom yang disediakan di bawah ini. Jangan lupa cantumkan nama dan asal kota Anda.

Cantumkan nomor telepon bila Anda bersedia dihubungi BBC apabila komentar Anda terpilih.

Pendapat Anda

"Pemilihan kali ini sengit. Pemerintah dan pembangkang sama-sama menggunakan media berkempen. Dulu ruang untuk pembangkang tiada kerana akhbar arus perdana tidak memberi ruang. Siapa ada uang boleh membeli ruang iklan (advetorial). Tsunami politik tidak berlaku kali ini dan saya percaya BN kekal memerintah dan memperoleh 2/3 majoriti di parlimen." Jamudin Idris, Besut, Terengganu, Malaysia.

"Ini tampaknya kesempatan terakhir bagi Anwar Ibrahim. Barisan Nasional terlalu kuat, lama mendominasi." Fauzan Rizaldy, Padang.

"Walau beda idealogi namun oposisi menyatu dalam isu fandumental dalam kontek Malaysia yaitu korupsi dan idea-idea untuk mendisiplinkan perbedaan pendapat berhubung isu-isu perkauman. Sistem bernegara yang Malaysia warisi dari Britain (Inggris) memberi banyak kelebihan kepada partai pemerintah. Janji reformasi politik yang sering didengarkan oleh Anwar jika diteliti dengan saksama dan media memberi ruang yang cukup untuk Anwar mempertahankannya pasti ada impak positif untuk oposisi". Sanizam Alang Othman, Kuala Kangsar, Malaysia.

"Rasanya kalau menurut saya oposisi di Malaysia sukar mau menang karena pemerintahan yang sedia ada bermacam kemudahan disediakan termasuk bantuan uang setiap bulannya buat yang berpendapatan Rm3.000 per bulan. Dan lagi semua stasiun televisi dan surat kabar harian di kuasai oleh pemerintah sehingga oposisi tak pernah tampil dilayar kaca kecuali ada keburukan pihak oposisi baru di ceritakan di berita." Berry, Kuala Lumpur.