Semua sanksi ekonomi AS terhadap Myanmar 'akan dicabut'

Sumber gambar, Getty
Presiden Amerika Serikat Barack Obama hampir dipastikan akan mencabut seluruh sanksi ekonomi yang diberlakukan terhadap Myanmar menyusul transisi kekuasaan dari junta militer ke pemerintahan sipil.
Pengumuman itu dikeluarkan bertepatan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Myanmar, Aung San Suu Kyi, ke Gedung Putih pada Rabu (14/09).
"Amerika Serikat sekarang siap mencabut sanksi-sanksi yang telah kami terapkan terhadap Myanmar selama beberapa waktu," kata Presiden Obama yang berdiri di samping Aung San Suu Kyi.
Ketika ditanya kapan sanksi akan dicabut, Obama menjawab, "Segera."
- <link type="page"><caption> Aung San Suu Kyi bersiap kunjungi Cina </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/06/150610_dunia_cina_suukyi" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Kofi Annan diejek di Myanmar terkait etnik Rohingya</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/09/160906_dunia_myanmar_annan" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Biarawan Buddha terkenal Myanmar dibebaskan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160701_dunia_myanmar_buddha" platform="highweb"/></link>
Partai pimpinan Suu Kyi menang dalam pemilihan awal tahun ini.
Di bawah pemerintahan militer Myanmar sebelumnya, berbagai sanksi diterapkan oleh Amerika Serikat. Namun sanksi-sanksi perlahan-lahan dilonggarkan sejak militer mulai mengendurkan kekuasaan lima tahun lalu.
Kini disepakati pula bahwa pemerintah Amerika Serikat akan memulihkan fasilitas perdagangan sehingga Myanmar dapat menjual ribuan produknya ke Amerika Serikat tanpa bea masuk.





