Korban gempa Italia mencapai lebih dari 150 jiwa

Amatrice

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Jumlah korban jiwa diperkirakan masih akan bertambah.

Sedikitnya 159 orang meninggal dan 368 lainnya cedera akibat gempa bumi yang menghantam kawasan pegunungan di Italia utara, ungkap pejabat terkait.

Gempa dengan kekuatan 6,2 pada skala Richter itu menyerang Rabu (24/08) subuh waktu setempat di lokasi sekitar 100km dari ibukota Roma.

Sebelumnya, saat berkunjung ke kawasan yang dilanda gempa, Perdana Menteri Matteo Renzi menyatakan bahwa angka korban biosa terus meningkat.

  • <link type="page"><caption> Sedikitnya 73 orang tewas karena gempa di Italia tengah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160824_dunia_gempa_italia" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Gempa Italia, jumlah korban tewas terus bertambah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160824_dunia_italia_gempa_update" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Gempa 6,2 skala Richter landa Italia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160824_dunia_italia_gempa" platform="highweb"/></link>

"Italia berada dalam solidaritas yang mendalam dengan warga di kawasan ini," kata PM Renzi, menegaskan kesedihan dan kepedihan dirasakan oleh seluruh negeri.

Amatrice

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Tiga perempat bagian kota Amatrice dilaporkan hancur.

Dia berjanji 'tidak ada keluarga, tidak ada kota, tidak ada dusun yang akan ditinggalkan'.

Kota yang paling menderita adalah Amatrice dengan korban jiwa mencapai 86 orang dan -menurut walikotanya- sekitar tiga perempat kota hancur.

Italia

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Pencarian korban yang mungkin masih selamat diteruskan.

Tim penyelamat masih terus melakukan pencarian korban yang mungkin masih hidup di balik puing-puing di kawasan Umbria, Lazio, dan Marche.

Di kampung Pescara del Tronto, warga bersorak-sorai menyambut seorang anak perempuan berusia delapan tahun yang berhasil diselamatkan setelah terperangkap di bawah reruntuhan gedung yang ambruk selama sekitar 17 jam.

Tentara juga sudah dikerahkan untuk membantu dengan peralatan berat.

Sementara Paus Fransiskus yang membatalkan acaranya untuk berdoa bagi para korban juga mengirimkan pemadam kebakaran Vatikan ke tempat bencana.