Polisi Meksiko dituduh membunuh 22 orang tanpa dasar hukum

meksiko

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Pemerintah mengatakan tidak terjadi pelanggaran hak asasi manusia selama penggerebekan.

Badan hak asasi manusia pemerintah Meksiko menuduh polisi membunuh 22 orang lewat eksekusi di luar proses hukum yang seharusnya, dalam sebuah penggerebekan kelompok narkoba tahun lalu.

Seorang perwira polisi dan 42 terduga jaringan narkoba terbunuh dalam operasi pada sebuah peternakan di Tanhuato, negara bagian Michoacan pada tanggal 15 Mei.

  • <link type="page"><caption> Anak gembong narkoba diculik geng lawan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/08/160817_dunia_anak_gembong_kartel" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Rekening penyidik Freddy Budiman 'akan diperiksa'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/08/160812_indonesia_tim_polisi_narkoba" platform="highweb"/></link>

Para pejabat mengatakan mereka balas menembak untuk membela diri, tetapi tingginya korban tewas membuat sejumlah pihak curiga.

Komisi Hak Asasi Manusia Nasional (CNDH) mengatakan polisi berusaha menutup-nutupi.

Di pihak lain, polisi mempertanyakan temuan tersebut.

Kelompok-kelompok pembela HAM di negara itu sejak lama menuntut perbaikan standar operasi polisi dan diakhirinya pembunuhan tanpa dasar yang jelas.

Sebelumnya, pemerintah mengatakan tidak terjadi pelanggaran hak asasi manusia selama penggerebekan tersebut.

Mereka menyatakan perang terjadi antara dua pemimpin kelompok narkoba dan korban tewas diyakini adalah anggota salah satu kartel.