PM Turki mengisyaratkan perbaikan hubungan dengan Suriah

Sumber gambar, AFP Getty
Turki menyatakan keinginan untuk mengembangkan hubungan baik dengan Suriah.
Hal ini dipandang sebagai suatu perubahan kebijakan terhadap negara tetangga yang sedang berperang tersebut.
Turki sejak lama mengatakan satu-satunya jalan keluar untuk mewujudkan perdamaian kawasan adalah lengsernya Presiden Suriah, Bashar al-Assad.
- <link type="page"><caption> Turki minta maaf atas penembakan pesawat Rusia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160627_dunia_turki_rusia" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Turki bantah menembak pengungsi Suriah di perbatasan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/06/160619_dunia_turki_pengungsi" platform="highweb"/></link>
Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, menegaskan hubungan baik dengan Suriah diperlukan "untuk memerangi terorisme" dan demi stabilitas kawasan.
Turki baru-baru ini berusaha mengatasi masalah hubungan dengan Rusia dan Israel.
Dalam perkembangan terpisah, misi diplomatik Prancis di Turki membatalkan perayaan Hari Bastille pada tanggal 14 Juli karena "alasan keamanan", demikian dinyatakan Konsulat Jenderal di Istanbul.
Hubungan diplomatik Turki-Suriah rusak karena konflik Suriah yang mulai terjadi pada tahun 2011 dan Turki sejak saat itu menyatakan turunnya Assad akan menciptakan stabilitas.
Tetapi Yildirim mengatakan lewat pernyataaan di siaran langsung televisi, "Adalah tujuan terbesar dan tidak bisa diubah bahwa kami mengembangkan hubungan baik dengan Suriah dan Irak, serta semua tetangga di sekitar Laut Tengah dan Laut Hitam.
"Kami telah memperbaiki hubungan dengan Rusia dan Israel. Saya yakin kami juga akan memperbaiki hubungan dengan Suriah. Agar perang melawan terorisme berhasil, stabilitas kembali ke Suriah dan Irak."









