Ledakan kereta di Taiwan, polisi tetapkan tersangka

Sumber gambar, EPA
Kepolisian Taiwan telah menetapkan seorang sebagai tersangka sehubungan dengan insiden ledakan di kereta yang mencederai lebih dari 20 orang, pada Kamis malam (07/07).
Tersangka bernama Lin Ying-chang, pria berusia 55 tahun. Saat ini Lin dalam kondisi cedera parah dan belum sadar.
”Karena dia menderita cedera serius, dia belum bisa bicara. Karena itu, kami tidak bisa melakukan interogasi,” kata Wang Pao-chang, kepala kepolisian Taipei.
- <link type="page"><caption> Ledakan terjadi di kereta Taiwan, puluhan orang cedera </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160708_dunia_taiwan_ledakan_kereta" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Kecelakaan kereta Jerman karena kesalahan manusia </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160216_dunia_jerman_kereta" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Eks menteri perhubungan Argentina dipenjara terkait kecelakaan kereta</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151230_dunia_mantanmenteri_dihukum" platform="highweb"/></link>

Sumber gambar, AP
Hasil penyelidikan sementara polisi menunjukkan sidik jari Lin klop dengan sidik jari pada perangkat peledak yang ditemukan dekatnya di kereta komuter. Bercak-bercak bubuk mesiu juga ada pada baju dan sepatu Lin.
Sebelumnya, kepala divisi penjinakan bom, Lee Tzu-wen, mengaku menemukan sebuah tabung logam sepanjang 15 centimeter berisi bahan peledak di dalam sebuah tas ransel hitam di kereta. Salah satu bagian tabung ditemukan di rel kereta.

Sumber gambar, Reuters
Diduga tabung itu sebagai penyebab ledakan di dalam kereta ketika moda transportasi itu tiba di Stasiun Songshan, Kota Taipei, pada pukul 22.00 waktu setempat.
Sejauh ini motif di balik peledakan itu belum diketahui. Masih belum jelas pula apakah insiden itu dilakukan sendirian atau melibatkan banyak orang.
Selain mencederai Lin, ledakan itu melukai sebanyak 25 orang lainnya. Lima di antara mereka mengalami luka parah.









