Hillary Clinton dinyatakan abaikan peraturan Deplu Amerika Serikat

Penyelidikan internal di Amerika Serikat menyimpulkan bahwa sosok kuat bakal calon presiden Partai Demokrat, Hillary Clinton, mengabaikan peraturan Departemen Luar Negeri tentang surat elektronik.
Laporan yang sudah lama ditunggu-tunggu ini menyebutkan bahwa Clinton menulis surat resmi dengan menggunakan email pribadi di server komputer tak aman ketika ia masih menjabat sebagai menteri luar negeri.
Bagaimanapun diakui dalam laporan bahwa menteri luar negeri sebelum Hillary Clinton, Colin Powell, dari Partai Republik, juga menggunakan akun email pribadi.
- <link type="page"><caption> Email pribadi Clinton mungkin melanggar aturan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/03/150303_clinton_email" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Ribuan email Hillary Clinton dirilis, sebagian disensor</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150901_dunia_clinton_emails_release" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Email Hillary Clinton dinyatakan sebagai rahasia penting</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160130_dunia_as_hillaryclinton" platform="highweb"/></link>
Namun ditegaskan bahwa Clinton masuk ke Departemen Luar Negeri pada 2009, ketika panduan resmi sudah diperbarui dan seharusnya ia mengetahuinya.
"Praktik keamanan komputer Menlu Clinton dengan demikian harus dievaluasi dengan adanya panduan yang lebih komprehensif itu," demikian laporan yang diterbitkan pada Rabu (25/06).

Sumber gambar, Reuters
Dalam laporan juga disebutkan bahwa Clinton tak menyerahkan catatan dan menolak bekerja sama dengan inspektur jenderal Departemen Luar Negeri yang menyusun laporan ini.
Penggunaan akun email pribadi oleh Hillary Clinton ketika masih menjadi menteri luar negeri telah dimanfaatkan oleh bakal calon presiden dari kubu Republik, Donald Trump, untuk menyerangnya.
Tim kampanye Clinton menandaskan bahwa para menteri luar negeri sebelumnya juga menggunakan email pribadi untuk komunikasi resmi.
"Penggunaan email pribadi oleh Hillary Clinton tidaklah unik," kata juru bicara tim kampanye Clinton, Brian Fallon, seperti dikutip kantor berita AFP.










