Pawai menentang teror dan kebencian di Brussels

Ekuador

Sumber gambar, AFP

Sekitar 7.000 orang meramaikan jalanan ibukota Belgia, Brussels, dalam aksi pawai untuk 'menentang teror dan kebencian'.

Aksi Minggu 17 April itu diikuti oleh warga yang terperangkap dalam serangan bom bunuh diri di bandara dan di stasiun kereta api bawah tanah, yang menewaskan 32 orang.

Pawai dilaporkan berlangsung dengan tenang dan 'tanpa suara'.

  • <link type="page"><caption> Bandara Brussels diserang, menteri transportasi Belgia mundur</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160415_dunia_belgia_mundur" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Dua pria didakwa terkait serangan bom di Brussels</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/04/160412_dunia_brussels_bom.shtml" platform="highweb"/></link>

Aksi ini awalnya akan digelar sepekan setelah serangan pada tanggal 22 Maret namun pihak berwenang meminta agar ditunda karena masih adanya ancaman keamanan.

Selain keluarga korban dan mereka yang terkena dampak serangan, perawat dan karyawan bandara juga ikut dalam pawai yang melewati kawasan Molenbeek, yang merupakan tempat tinggal sejumlah pelaku teror di Brussels dan serangkaian serangan bom di Paris tahun lalu, yang menewaskan 130 orang.

Sebuah tugu peringatan sementara dibuat di depan kantor bursa saham Brussels, yang juga akan dilewati para pendukung aksi.

"Ketika sesama warga, penduduk sipil yang tidak berdaya, dibunuh dalam serangan pengecut, semua warga sebaiknya berdiri untuk mengungkapkan kemuakan dan solidaritas," kata seorang penggerak aksi, Hassan Bousetta, kepada kantor berita AFP.

Kelomopok militan Negara Islam mengaku berada di belakang serangan di Brussels pada 22 Maret dan juga di Paris pada 13 November tahun lalu.

Aparat keamanan Beldia sudah melakukan sejumlah penangkapan dalam beberapa pekan belakangan namun pihak berwenang Eropa mendapat kritik karena dianggap gagal dan tidak menggunakan kesempatan untuk mencegah aksi teror di Brussels maupun Paris.

Menteri Perhubungan Belgia, Jacqueline Galant, sudah mengundurkan diri setelah dituduh mengabaikan kelemahan dalam keamanan di bandara Brussels sebelum serangan.