India bantah klaim Pakistan yang menahan 'mata-mata India'

Sumber gambar, Getty Images
India membantah klaim Pakistan yang menahan seorang 'mata-mata India' di Provinsi Balochistan.
Otoritas Pakistan pada Selasa (29/03) merilis sebuah video yang menunjukkan pria itu tengah mengaku bahwa dia terlibat dalam aktivitas mata-mata.
"Tidak akan ada bukti yang jelas atas campur tangah India di Pakistan," jelas juru bicara militer Letnan Jenderal Asim Bajwa.
Delhi mengatakan pria itu merupakan seorang warga negara India, tetapi membantah dugaan mata-mata dan mengatakan dia jelas "merupakan guru privat."
- <link type="page"><caption> Pakistan gantung pembunuh gubernur anti-UU penistaan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160229_dunia_pakistan_eksekusi_pembunuh.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Pakistan tahan sekitar 200 orang terkait serangan di Lahore</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160329_dunia_pakistan_penangkapan.shtml" platform="highweb"/></link>
"Pemerintah membantah kategorisasi tuduhan bahwa individu itu terlibat dalam aktivitas subversif di Pakistan dengan perintah kami," jelas juru bicara Kementerian Luar Negeri Vikas Swarup dalam sebuah pernyataan kepada media.
Swarup menambahkan bahwa India "peduli" dengan penahanan pria tersebut dan menambahkan bahwa "ini juga relevan untuk dicatat di sini bahwa kendati, kami tidak diberikan akses konsuler terhadap seorang warga India yang ditahan di negara lain, seperti yang diterima oleh praktik internasional".
Pejabat Pakistan mengatakan pria itu melayani seorang pejabat Angkatan Laut India dan berupaya untuk "membiayai aksi terorisme" di Balochistan.
"Jika seorang intelejen atau seorang pejabat pasukan bersenjata di tingkatan ini ditahan di negara lain, ini merupakan sebuah pencapaian yang besar," jelas Letjen Bajwa.









