Pasukan Rusia bersiap tinggalkan Suriah

Pesawat-pesawat Rusia bersiap meninggalkan Suriah.

Sumber gambar, RIA Novosti

Keterangan gambar, Pesawat-pesawat Rusia bersiap meninggalkan Suriah.

Pasukan Rusia tengah bersiap meninggalkan Suriah setelah <link type="page"><caption> Presiden Vladimir Putin memutuskan menarik 'bagian utama' pasukannya di Suriah mulai Selasa (15/03)</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160314_dunia_rusia_suriah" platform="highweb"/></link>.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan sejumlah langkah persiapan sedang dilakukan agar pesawat siap menempuh perjalanan panjang kembali ke Rusia.

Tidak disebutkan secara rinci berapa pesawat dan serdadu yang ditarik dari Suriah. Namun, sebagaimana dilaporkan kantor berita Associated Press, AS memperkirakan jumlah personel Rusia di Suriah mencapai 3.000 hingga 6.000 orang.

Pangkalan udara Hmeimim di Provinsi Latakia akan beroperasi seperti biasa, kata Presiden Vladimir Putin.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pangkalan udara Hmeimim di Provinsi Latakia akan beroperasi seperti biasa, kata Presiden Vladimir Putin.

Meski menarik mundur pasukannya, Presiden Vladimir Putin mengatakan pangkalan udara Hmeimim di Provinsi Latakia dan pangkalan angkatan laut di Tartus akan beroperasi seperti biasa.

Pemerintah Suriah menyebut aksi penarikan mundur telah disepakati antara kedua negara.

“Hal ini berlangsung dalam koordinasi antara pihak Rusia dan Suriah. Langkah itu sudah dikaji secara hati-hati dan akurat selama beberapa waktu,” kata pernyataan resmi Damaskus.

Perintah penarikan mundur pasukan Rusia dari Suriah berlangsung di tengah <link type="page"><caption> perundingan damai di Jenewa, Swiss.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160314_dunia_suriah_perdamaian" platform="highweb"/></link>

“Jika ada keseriusan dalam menerapkan penarikan mundur, akan ada dorongan positif bagi pembicaraan (damai), kata Salim al-Muslat, juru bicara Komite Tinggi Negosiasi (HNC), wadah berbagai kelompok oposisi.

Rusia melancarkan serangan udara di Suriah mulai 30 September 2015 lalu.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Rusia melancarkan serangan udara di Suriah mulai 30 September 2015 lalu.

Serangan udara Rusia

<link type="page"><caption> Serangan udara Rusia di Suriah dimulai pada 30 September 2015</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150930_dunia_suriah_rusia" platform="highweb"/></link>. Rusia berkeras aksi mereka hanya mengincar kelompok-kelompok teroris, namun negara-negara Barat mengklaim serangan Rusia mengenai kubu oposisi Presiden Bashar al-Assad.

Berdasarkan keterangan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu, pesawat-pesawat Rusia telah terbang sebanyak 9.000 kali untuk menjalankan serangan di Suriah. Dari jumlah itu, sebanyak 209 fasilitas produksi minyak dan fasilitas transfer dihancurkan.

<link type="page"><caption> Serangan Rusia juga membantu militer Suriah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151011_dunia_suria_rusia" platform="highweb"/></link> mengambil alih 400 daerah permukiman dan mengendalikan wilayah seluas 10.000 kilometer per segi.