Obama imbau bakal kandidat presiden AS tidak saling hina

Sumber gambar, Reuters
Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengimbau semua bakal kandidat presiden AS untuk tidak saling menghina dan memicu aksi kekerasan sesama warga Amerika.
“Yang seharusnya difokuskan oleh orang-orang yang mencalonkan diri (menjadi presiden AS) ialah bagaimana kita bisa lebih baik, bukan saling hina dan ejek seperti di halaman sekolah, dan bukan membuat-buat fakta, bukan menciptakan jurang pemisah antar ras dan kepercayaan,” seru Obama dalam acara penggalangan dana Partai Demokrat di Dallas.
Imbauan Obama mengemuka setelah Donald Trump, bakal kandidat presiden AS dari Partai Republik, <link type="page"><caption> membatalkan pawai di Chicago</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160312_dunia_trump_batal_pawai" platform="highweb"/></link> lantaran perkelahian antara pendukung dan penentangnya.
Perkelahian itu dimulai satu jam sebelum acara pawai Trump dimulai dan bahkan terus berlanjut ketika acara dibatalkan. Menurut saksi mata, baku hantam terjadi ketika sejumlah pendukung Trump berupaya merebut bendera dari tangan para penentang Trump.

Sumber gambar, AP
Berbicara kepada Fox News usai insiden di Chicago, Trump membantah menciptakan jurang pemisah.
“Saya mewakili kelompok besar yang terdiri dari orang-orang yang punya banyak kemarahan. Ada kemarahan yang begitu besar di luar sana, yang berasal dari kedua kubu,” kata Trump.
Sebelumnya, <link type="page"><caption> Trump sempat dituding membahayakan keamanan AS</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/03/160302_dunia_as_republik_menentang_trump" platform="highweb"/></link> melalui komentar-komentarnya mengenai Islam dan imigran. Trump menyebut “Islam membenci kita” sekaligus berjanji membangun “tembok besar” di perbatasan AS-Meksiko jika terpilih sebagai presiden AS.

Sumber gambar, Joe Raedle Getty
Sulit menyatu
Aksi kekerasan yang terjadi menjelang pawai Trump di Chicago mendapat tanggapan dari dua bakal kandidat dari Partai Republik, Marco Rubio dan Ted Cruz.
Ted Cruz menuduh Trump menciptakan “lingkungan yang menyuburkan perseteruan menjijikkan semacam itu”.
Sedangkan Rubio mengatakan “semakin sulit” mewujudkan janjinya untuk bersatu di belakang siapapun yang terpilih sebagai kandidat presiden AS dari Partai Republik.









