Pemerintah dan pemberontak laporkan pelanggaran gencatan senjata

Damaskus

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Sekitar 250.000 tewas dalam konflik Suriah selama lima tahun dan 11 juta warga mengungsi.

Kelompok pemberontak antipemerintah dan Rusia sama-sama melaporkan terjadinya pelanggaran kesepakatan gencatan senjata di Suriah, yang mulai diberlakukan pada Jumat 27 Februari pekan lalu.

Pesawat Rusia -menurut para pegiat HAM- melancarkan beberapa serangan udara di Suriah utara.

Rusia belum mengukuhkan terjadinya serangan pada hari Minggu 28 Februari, dan sebaliknya menyatakan telah mengidentifikasi sembilan pelanggaran <link type="page"><caption> gencatan senjata yang sudah disepakati. </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160227_dunia_suriah_gencatan" platform="highweb"/></link>

Sementara kelompok oposisi mencatat 15 pelanggaran gencatan senjata oleh pasukan pemerintah pimpinan Presiden Bashar al-Assad yang mendapat dukungan dari Rusia.

Komite Perundingan Tinggi, NHC -yang memayungi beberapa kelompok oposisi- mengatakan akan mengirimkan protes resmi atas pelanggaran itu ke PBB dan negara-negara lain yang membantu kesepakatan gencatan senjata.

Bagaimanapun, menurut NHC, terlepas dari pelanggaran 'di sana sini', adalah hal yang positif melihat warga bisa mendapatkan bantuan kemanusiaan yang dipasok lembaga-lembaga internasional.

Kesepakatan untuk menghentikan kekerasan ini merupakan gencatan senjata besar sepanjang lima tahun konflik di Suriah, yang diperkirakan sudah menewaskan lebih dari 250.000 jiwa.

Sementara itu sekitar 11 juta orang mengungsi dari rumahnya, baik yang tetap di dalam negeri maupun yang menyeberang ke negara-negara tetangga dan ke Eropa.

Badan-badan bantuan kemanusiaan mengharapkan gencatan senjata bisa digunakan untuk menyalurkan bantuan ke kawasan-kawasan yang selama ini terkepung perang.