Pawai mendukung mantan presiden Lech Walesa

Sumber gambar, Reuters
Ribuan orang turun ke jalan di kota Gdansk, Polandia, untuk menunjukkan dukungan kepada mantan presiden, Lech Walesa, yang dituduh pernah bekerja sama dengan polisi rahasia komunis.
Di hadapan para pendukungnya, Minggu 28 Februari, istri Walesa, Danuta, tampil berpidato membantah tuduhan tersebut.
Pawai dukungan digelar di gerbang galangan kapal Gdansk -yang menjadi tempat lahir gerakan Solidaritas- yang belakangan mengantarkan Walesa meraih Nobel Perdamaian 1983 dan menjadi presiden.

Sumber gambar, Getty
Pekan lalu, lembaga sejarah Polandia mengatakan telah mendapatkan sejumlah dokumen yang mengindikasikan <link type="page"><caption> Lech Walesa adalah seorang informan komunis.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160218_dunia_polandia_walesa" platform="highweb"/></link>
Para pengunjuk rasa mengatakan Walesa -yang bersama gerakan Solidaritas menjatuhkan rezim komunis Polandia- menjadi korban kampanye buruk dari pemerintah Polandia, yang beraliran politik kanan.
Sehari sebelumnya, Sabtu (27/02), puluhan ribu orang turun ke jalan untuk menyatakan dukungan kepada Walesa di ibukota Warsawa.

Sumber gambar, Reuters
Walesa sendiri sudah mengatakan pemerintah mendasarkan tuduhannya pada dokumen palsu.
Dokumen yang dimaksud diambil dari rumah mantan menteri dalam negeri di zaman pemerintah komunis, Jenderal Czeslaw Kiszczak.

Sumber gambar, EPA
Kepala Lembaga Sejarah Nasional, Lukasz Kaminski, mengatakan di dalam berkas pribadi ada amplop dan di dalam amplop terdapat komitmen tulisan tangan untuk bekerja sama dengan polisi rahasia yang ditandatangan Lech Walesa-Bolek.
Selain itu juga ada 'konfirmasi tulisan tangan tentang penerimaan dana' yang ditandatangani dengan nama samaran 'Bolek'.









