Korea Utara hidupkan lagi pembangkit plutonium

yongbyon

Sumber gambar, AP Space Imaging

Keterangan gambar, Foto satelit fasilitas nuklir Yongbyon, Korea Utara yang diambil lewat satelit IKONOS tahun 2000.

Korea Utara menghidupkan kembali pembangkit plutonium yang dapat menyediakan bahan bakar bagi senjata nuklir, kata Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat, James Clapper.

Pimpinan badan intelijen AS ini juga mengatakan bahwa Pyongyang telah mengambil langkah untuk membuat sistem peluru kendali balistik antarbenua.

Hal ini dilakukan beberapa hari setelah Korut meluncurkan roket jarak jauh, yang menurut sejumlah pihak merupakan suatu uji coba teknologi peluru kendali yang dilarang.

Negara itu telah melakukan sejumlah tes nuklir di masa lalu.

"Kajian lanjutan kami menyatakan Korea Utara telah mengoperasikan pembangkit pada waktu yang cukup, sehingga negara itu bisa mendapatkan kembali plutonium dari bahan bakar yang dipakai pembangkit dalam waktu beberapa minggu atau bulan," kata Clapper.

<link type="page"><caption> Sanksi-sanksi baru direncanakan akan diberlakukan kepada Korea Utara</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/02/160207_dunia_koreautara_sanksi" platform="highweb"/></link> sebagai tanggapan atas peluncuran roket jarak jauh yang dinilai melanggar peraturan.

Kesepakatan untuk memberikan sanksi baru itu diputuskan dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB di New York pada Minggu (07/02).