Israel batasi akses atas kota Ramallah di Tepi Barat

Sumber gambar, Getty
Militer Israel menerapkan pembatasan atas akses kota Ramallah di wilayah pendudukan Tepi Barat.
Warga kota hanya dibolehkan masuk melalui pos-pos pemeriksaan yang secara khusus didirikan oleh Israel.
Kebijakan ini berarti mereka yang bukan pemukim untuk sementara ini tidak bisa memasuki Ramallah.
Militer Israel mengatakan langkah ini diambil sebagai respons atas penembakan hari Minggu (31/01), yang menyebabkan tiga tentara Israel mengalami luka-luka.
Di Ramallah terdapat kantor pusat Otorita Palestina dan banyak warga Palestina, diplomat, dan petugas bantuan kemanusian menuju kota ini setiap harinya.
Beberapa diplomat mengatakan mereka tidak secara langsung terkena imbas pembatasan ini, namun merasa "tugas-tugas mereka menjadi terganggu".
"Sejumlah pertemuan sudah kami batalkan karena mitra kami dari Palestina tidak bisa mencapai lokasi pertemuan," kata seorang diplomat kepada kantor berita AFP.
Pihak Palestina mengatakan pembatasan ini sama dengan menerapkan hukuman kepada semua orang secara kolektif.
Israel pernah menerapkan kebijakan ini ketika berlangsung intifada (gerakan perlawanan) yang kedua.









