Konvoi bantuan PBB menuju kota Suriah yang diblokade

Sumber gambar, Reuters
Konvoi bantuan PBB direncanakan akan mendatangi Madaya, kota Suriah yang berada di bawah blokade pemerintah, yang warganya dilaporkan mengalami kelaparan parah.
"Kami cukup yakin," kata juru bicara badan pengungsi PBB Melissa Fleming pada BBC.
Konvoi yang harusnya sudah mencapai kota yang dikuasai pemerintah hari Minggu (10/01) tertunda karena hambatan pada menit-menit terakhir.
Sekitar 40.000 orang berada di Madaya, dekat perbatasan Lebanon, dan dilaporkan bahwa penduduk memakan hewan peliharaan dan rumput untuk bertahan hidup.
"Saya baru mendapat pengukuhan bahwa konvoi kemanusiaan akan berangkat besok (Senin) pagi," kata Fleming.
"Ini biasa saja butuh waktu - hambatan administratifnya selalu terjadi," katanya.
Sementara itu, Brice de la Vigne dari badan amal Dokter Lintas Batas (Medecins Sans Frontieres - MSF) menggambarkan situasi di kota itu "sangat mengerikan".
De la Vigne, yang organisasinya sudah terus berhubungan dengan dokter-dokter di Madaya, mengatakan pada BBC pada lebih dari 250 orang di sana mengalami "kekurangan gizi akut".
Dia menambahkan, "10 orang di antaranya membutuhkan evakuasi medis" atau mereka akan mati.

Sumber gambar, AFP
Sebelumnya, Program Pangan Dunia (WFP) berharap untuk bisa melakukan pengiriman pertama makanan dan obat-obatan ke Madaya.
Belum jelas apa yang jadi penyebab penundaan tapi Jim Muir dari BBC di Beirut mengatakan bahwa negosiasi akses di medan perang dalam situasi blokade selalu saja sulit.
Kesepakatan di sana sejauh ini membutuhkan izin dari pejabat tinggi dari kedua belah pihak yang bertikai, begitu pula dengan pasukan di lokasi.
Operasi serupa di dua kota yang dikuasai oleh pemerintah di utara - Kefraya dan Foah - juga dibahas.
Blokade adalah proses biasa dalam perang sipil di Suriah namun kasus Madaya menarik perhatian internasional, karena beredarnya foto-foto dari penduduk yang mengalami kekurangan gizi.
Sekitar 4,5 juta orang di Suriah hidup di area-area yang sulit dijangkau, dan hampir 400.000 orang di 15 lokasi yang diblokade tak punya akses ke bantuan dan perlengkapan yang bisa menyelamatkan hidup mereka.
Madaya sudah diblokade sejak awal Juli oleh pemerintah dan sekutunya dari gerakan Hizbullah di Lebanon.
Situasi di Foah dan Kefraya, dalam kekuasaan pemberontak, juga dilaporkan memburuk, dan diperkirakan 30.000 orang terperangkap.









