Pemerintah izinkan bantuan untuk kota yang dikepung di Suriah

Madaya

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Anak-anak membawa poster meminta penghentian pengepungan Madaya yang telah berlangsung sejak Juli tahun lalu.

PBB menyatakan pemerintah Suriah mengizinkan pemberian bantuan kemanusiaan untuk kota Madaya yang sedang mengalami pengepungan.

Sebelumnya, ada seruan yang amat kuat agar bantuan diberikan karena penduduk kota itu mulai meninggal dunia akibat kelaparan, setelah Madaya dikepung oleh tentara pemerintah dan Hezbollah selama berbulan-bulan.

Situasi di desa yang terkepung itu berada dalam keadaan "sangat mengerikan" kata Komite Palang Merah Internasional (ICRC).

Para pegiat mengatakan warga sipil meninggal dunia karena tak ada makanan dan obat-obatan di desa Madaya, dekat Damaskus, yang dikuasai oleh tentara pemberontak.

Penduduk juga dilaporkan memakan rerumputan demi bertahan hidup di Foah dan Keraya yang dikuasai oleh pemerintah di kawasan barat laut.

Bahkan seorang penduduk Madaya mengatakan kepada BBC bahwa mereka mulai memakan tanah karena rumput dan tanaman lain mulai mati karena membeku di musim dingin.

ICRC mengatakan mereka berharap bisa mengirimkan bantuan ke tiga desa tersebut dalam beberapa hari mendatang.

Menurut PBB, semua pihak yang menggunakan teknik pengepungan dalam perang ini telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia dan hukum kemanusiaan internasional.

Diperkirakan, sekitar 393.700 orang hidup di bawah pengepungan yang sudah berlangsung sejak akhir Oktober lalu.

Madaya yang terletak sekitar 25 km barat laut Damaskus dan 11 km dari perbatasan Lebanon telah dikepung sejak bulan Juli oleh pasukan pemerintah, dan kelompok Hezbollah.

Pertengahan Oktober, 21 truk diperbolehkan masuk mengantarkan obat-obatan dan bantuan kemanusiaan ke desa itu, yang dihuni oleh sekitar 40 ribu penduduk.

Kondisi memburuk sesudah itu karena datangnya musim dingin dan tak ada bantuan lebih lanjut kepada mereka.