Getaran di Korut akibat ledakan 'buatan manusia'

Sumber gambar, Getty
Badan pengawas nuklir PBB mengukuhkan bahwa getaran seismik di Korea Utara, Rabu (06/11), disebabkan ledakan buatan manusia.
Mereka menyatakan masih terlalu dini untuk menyatakannya sebagai uji coba nuklir walau pemerintah <link type="page"><caption> Pyongyang menyebutkan sudah melakukan uji coba bom hidrogen. </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160106_live_korea_utara" platform="highweb"/></link>
Kepala Organisasi Traktat Larangan Uji Coba Nuklir Menyeluruh, Lassina Zerbo, mengatakan para ilmuwan kini sedang menunggu untuk melihat jika ada partikel radioaktif yang terlepas ke udara untuk memastikan penyebab ledakan.
Ditambahkan bahwa diperlukan waktu sekitar 50 hari atau lebih untuk memastikan apakah memang merupakan bom hidrogen, seperti yang dinyatakan Korea Utara.
Sekitar 30 stasiun pengawas internasional mendeteksi getaran seismik yang tidak biasa di Semenanjung Korea, pada Rabu 6 Januari, yang mirip dengan uji coba nuklir Korea Utara tahun 2013 lalu.
<link type="page"><caption> Walau pengumuman uji coba Korea Utara memicu kecaman internasional</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160106_dunia_korut_pbb" platform="highweb"/></link> yang meluas, sejumlah pihak meragukan negara itu sudah mampu mencapai tahap melakukan uji coba bom hidrogen.
Di Washington, juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, mengatakan analisis awal memperlihatkan inkonsistensi atas klaim Korea Utara dengan menegaskan bahwa negara itu akan menghadapi isolasi lebih jauh jika terus melakukan 'langkah-langkah provokatif'.





