PBB: Masalah migran di Eropa adalah kegagalan diplomasi

Sumber gambar, Getty
Pimpinan badan pengungsi PBB (UNHCR), Antonio Guterres, mengatakan akar masalah migran di Eropa adalah pada kegagalan diplomasi.
Guterres, yang mengundurkan diri setelah menjabat selama sepuluh tahun, mengatakan kepada BBC, masyarakat dunia kehilangan sebagian besar kemampuannya untuk mencegah konflik dan mengatasinya dalam cara yang tepat.
Dia mendesak dilakukannya peningkatan usaha diplomatik bagi terciptanya perdamaian.
Pimpinan UNHCR itu memperingatkan sistem suaka Eropa menghadapi risiko serius mengalami kegagalan.
Guterres mengatakan pendanaan suka rela bagi permintaan bantuan kemanusiaan tidak memadai dan seharusnya digantikan sistem yang adil dan dapat diperkirakan bagi setiap negara penyumbang.
<link type="page"><caption> Lebih dari satu juta migran dan pencari suaka telah mencapai daratan Eropa</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/12/151230_dunia_migran_eropa_laut_2015" platform="highweb"/></link> melalui jalur laut sejak awal 2015, kata UNHCR.
Organisasi PBB ini menyebut dari 1.000.573 migran dan pencari suaka yang menjangkau Eropa, sebanyak 80% mendarat di Yunani, sebagian besar di Pulau Lesbos.
Sekitar 844.000 orang bertolak ke Yunani dari Turki.
Kemudian 150.000 orang lainnya melintasi Laut Mediterania dari Libia ke Italia. Sebanyak 49% dari jumlah itu berasal dari Suriah dan 21% dari Afghanistan.









