Tim SAR evakuasi korban tewas pertama ambruknya gedung di Cina

Sumber gambar, Getty Images
Tim SAR mengevakuasi korban tewas pertama dari reruntuhan gedung di Shenzhen, Cina, yang ambruk karena longsor, Minggu (20/12) lalu.
Kantor berita Xinhua menyatakan jenazah ditemukan Selasa (22/12) pukul enam pagi waktu setempat. Namun, identitas korban tidak disebutkan.
Media lokal lainnya melaporkan tim SAR telah mendeteksi “tanda-tanda kehidupan” di beberapa titik, dan telah melakukan penggalian di enam lokasi.

Sumber gambar, Reuters
Radio Nasinal Cina bahkan menyampaikan tim SAR telah menginvestigasi laporan yang mengungkapkan sembilan orang yang masih hidup, terperangkap di sebuah asrama yang tertimbun puing-puing.
Namun, ketika lokasi tersebut ditelisik, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kehidupan.
Longsor akibat ‘ulah manusia’
Longsor yang menghancurkan 33 gedung di kawasan industri di Shenzhen, Cina, terjadi karena robohnya tumpukan-besar sisa-sisa bahan kontruksi bangunan, yang ditumpuk di sebuah bukit selama dua tahun terakhir.
“Tumpukannya besar sekali, sangat terjal, sehingga tidak stabil dan runtuh,” ungkap Menteri Agraria Cina.

Sumber gambar, Shenzhen Municipal Public Security Fire Brigade
“Hujan lebat dan longsor dari gunung adalah bencana alam, tetapi ini bukan bencana alam, ini (bencana) buatan-manusia,” katanya.
Longsor pun menimbun area seluas 380 ribu meter persegi, sama dengan luas 50 kali lapangan sepak bola. Beberapa area bahkan tertimbun hingga kedalaman 10 meter.
Bencana terbesar keempat
Sejak kejadian minggu, tujuh orang berhasil diselamatkan dari reruntuhan. Sementara 900 orang yang tinggal di sekitar tempat kejadian, telah dievakuasi.
Hingga saat ini, media lokal menyebut masih terdapat 81 orang hilang.

Sumber gambar, Reuters
Ribuan orang dibantu alat penggali dan anjing, dikerahkan untuk penyelamatan dan evakuasi.
Longsor di Shenzhen ini adalah bencana terbesar keempat di Cina dalam setahun terakhir.

Sumber gambar, Reuters
Ini dimulai dengan tragedi berdesak-desakannya orang pada malam tahun baru di Shanghai yang menewaskan 36 orang, disusul tenggelamnya kapal di sungai Yangtze pada Juni yang menewaskan 442 orang dan ledakan di gudang kimia Tianjin yang membunuh 170 orang.









