Putin bertindak "ekstra keras" terhadap ancaman Rusia di Suriah

Sumber gambar, AP
Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan militer negaranya untuk mengambil tindakan "ekstra keras" kepada segala macam ancaman terhadap pasukan mereka di Suriah.
Sasaran-sasaran yang ada agar "segera dihancurkan", ia mengatakan hal ini kepada pejabat kementerian pertahanan dalam komentar di televisi.
Putin tidak membahas lebih detail ancaman yang dimaksudkan, tetapi saat ini Rusia dan Turki sedang bersilang pendapat soal <link type="page"><caption> ditembak jatuhnya pesawat tempur Rusia oleh Turki </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/11/151125_dunia_rusia_turki_helikopter" platform="highweb"/></link>beberapa waktu lalu.
Turki mengatakan pesawat itu telah memasuki wilayah udara mereka.
Namun Rusia berkeras pesawat itu tidak menyeberangi perbatasan dan mereka memberi peringatan awal mengenai rute penerbangan kepada Amerika Serikat, yang merupakan sekutu Turki.
Perkuat pangkalan
Rusia memulai serangan udara di Suriah bulan September lalu yang dikatakan berdasarkan permintaan Presiden Suriah Bashar al-Asad.
Putin mengatakan pemimpin militer "teroris" di Suriah merupakan ancaman langsung terhadap Rusia.
Ia mengatakan pangkalan militer Rusia di Suriah telah diperkuat dengan unit serangan udara dan alat pertahanan yang baru.
Kremlin membantah tuduhan pasukan koalisi yang beroperasi di Suriah bahwa mereka menargetkan serangan terhadap pihak oposisi Suriah, bukannya terhadap kelompok militan yang menamakan diri negara Islam atau ISIS.









