Swift Air mengaku pemilik pesawat yang 'dibuang' di Kuala Lumpur

Kuala Lumpur

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Tiga pesawat yang diparkir di bandara Kuala Lumpur sempat tak diketahui pemiliknya.

Sebuah perusahaan angkutan udara di Malaysia mengaku bahwa tiga pesawat jet Boeing 747 yang 'dibuang'di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) adalah milik mereka.

Swift Air Cargo mengatakan mereka mencoba mengakui <link type="page"><caption> kepemilikan pesawat itu, tapi pihak pengelola bandara, Malaysia Airports</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/12/151208_majalah_boeing_kualalumpur.shtml" platform="highweb"/></link>, menyangsikan dokumen mereka.

Swift Air dalam pernyataannya mengatakan mereka membeli pesawat itu dari sebuah perusahaan Hong Kong bulan Juni, dan telah bertemu dengan pejabat bandara Malaysia untuk mengambil pesawat.

Namun menurut pimpinan perusahaan Swift Air, pihak Malaysia Airports menolak memberi akses kepada tiga pesawat itu, dengan mengatakan mereka perlu melakukan verifikasi dokumen Swift Air.

Mereka menyatakan telah mengidentifikasi "beberapa pemilik" pesawat-pesawat tersebut tapi kesulitan untuk melacak mereka.

Upaya BBC untuk menghubungi Malaysia Airports belum mendapat tanggapan.

Sebelumnya, Malaysia Airport mengatakan tiga pesawat diparkir di Bandara Internasional Kuala Lumpur dalam tempo lama dan pesawat-pesawat itu harus diklaim oleh pemiliknya dalam waktu 14 hari.

Dua di antaranya adalah pesawat penumpang dan satu lagi adalah pesawat kargo.