Kasus penusukan di London timur dikategorikan 'insiden teroris'

Sumber gambar, PA
Kasus penusukan di sebuah stasiun kereta bawah tanah di London timur diperlakukan sebagai 'insiden teroris', kata kepolisian setempat.
Kepolisian menerima laporan dari seseorang yang mengaku sebagai korban penusukan di stasiun Leytonstone sekitar pukul 19.00 waktu setempat.
Aparat kepolisian menangkap seorang pria dengan menggunakan alat kejut listrik. Akibat serangan itu, satu orang mengalami luka serius dan dua orang lainnya luka ringan.
Tim anti teroris dari kepolisian London tengah melakukan penyelidikan di lokasi insiden penusukan.

Sumber gambar, Reuters
Keterangan polisi menyebutkan tersangka juga mengancam orang lain dengan menggunakan pisau.
Seorang saksi mengatakan kepada BBC bahwa dia melihat seorang pria memegang pisau -dengan panjang sekitar 7.5cm- dan berdiri di atas orang lain yang terbaring di tanah.
Polisi mengatakan mereka menerima panggilan pada pukul 19:06 waktu setempat dan berhasil menangkap pelakunya sekitar pukul 19:14.

Sumber gambar, PA
Komandan tim anti teroris kepolisian London, Richard Walton, mengatakan: "Kami memperlakukannya sebagai insiden teroris, dan saya meminta masyarakat tenang, namun tetap waspada dan waspada..."
Pemimpin Partai Buruh, Jeremy Corbyn menulis di akun Twitternya: "Kasus penikaman di Leytonstone benar-benar mengejutkan saya..."
Sementara Tim Farron, pemimpin Demokrat Liberal, melalui Twitternya menyatakan bahwa serangan penusukan ini "hanya kasus kriminal semata".

Sumber gambar, PA









