Suu Kyi klaim NLD menangi mayoritas kursi parlemen

Suu Kyi mengungkapkan NLD telah merebut mayoritas kursi parlemen.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Suu Kyi mengungkapkan NLD telah merebut mayoritas kursi parlemen.

Pemimpin oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi, mengklaim bahwa partai pimpinannya, yaitu Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), telah memenangi pemilu.

Hal itu dia utarakan dalam wawancara pertama dengan BBC sejak pemilu berlangsung pada Minggu (08/11) lalu.

Hasil perhitungan suara sementara menunjukkan NLD meraup suara terbanyak. Namun, hasil resmi perhitungan baru akan keluar dalam beberapa hari ke depan.

Untuk memenangi pemilu secara resmi, NLD harus memeroleh 67% dari total 644 kursi di parlemen. Adapun 25% kursi telah dialokasikan untuk militer.

Sejauh ini, NLD telah memperoleh 49 dari 54 kursi yang telah dihitung.

Meskipun begitu, berdasarkan konstitusi yang disusun oleh junta militer Myanmar, Aung San Suu Kyi tidak bisa menjabat presiden karena bersuamikan warga negara asing dan memiliki anak kandung berkewarganegaraan asing. Dua anak Suu Kyi adalah warga negara Inggris.

Namun, kepada wartawan BBC, Fergal Keane, Suu Kyi mengatakan akan “menemukan presiden” pilihannya.

Rakyat Myanmar antusias mengikuti pemilu tahun ini.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Rakyat Myanmar antusias mengikuti pemilu tahun ini.

Secara umum, Suu Kyi mengindikasikan pemungutan suara tidak adil, tetapi berlangsung “bebas”.

USDP akui ‘kalah’

Sementara itu, seorang pejabat partai berkuasa Union Solidarity and Development Party (USDP), mengakui kemenangan NLD.

“USDP benar-benar kalah. NLD telah memenangi pemilu,” ungkap anggota senior USDP, Kyi Win, kepada kantor berita AFP.

“Ini takdir Myanmar. Biarkan mereka (NLD) bekerja. Aung San Suu Kyi sekarang yang mengemban tanggung jawab. Kami mengucapkan selamat kepadanya,” imbuh Kyi.

Dukungan masyarakat Myanmar untuk Partai NLD pimpinan Aung San Suu Kyi deras mengalir.

Sumber gambar, AFP Getty

Keterangan gambar, Dukungan masyarakat Myanmar untuk Partai NLD pimpinan Aung San Suu Kyi deras mengalir.

Euforia

Pemilihan umum Myanmar kali ini disebut-sebut sebagai pemilu paling terbuka selama 25 tahun terakhir.

Oleh karena itu, warga Myanmar menyambutnya dengan sangat antusias dalam suasana euforia, seperti dikatakan Ichal Supriadi, warga Indonesia yang menjadi kepala lembaga independen pemantau pemilu bernama Asian Network for Free Elections (ANFREL).

Menurut Ichal kepada wartawan BBC Indonesia, Rizki Washarti, dukungan kepada NLD besar. Namun, kalaupun NLD menang, lanjutnya, belum ada kepastian pihak militer menerima hasilnya sebagaimana terjadi pada pemilu 1990.

Dalam pemilu 1990, NLD memenangi suara mayoritas, namun hasil pemilu diabaikan junta militer. Bahkan Aung San Suu Kyi dijebloskan menjadi tahanan rumah.