Tragedi fatal terinjak-injak di sejumlah negara

Sumber gambar, AP
Ribuan orang meninggal dunia dalam beberapa tahun terakhir akibat insiden terinjak-injak, banyak di antaranya dalam ritual keagamaan.
Berikut adalah sejumlah tragedi:
24 September 2015, Arab Saudi
<link type="page"><caption> Lebih dari 700 jemaah haji meninggal</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150924_dunia_haji_mina" platform="highweb"/></link> dalam insiden terinjak-injak di Mina, lebih 800 lainnya luka-luka. Dua juta jemaah melakukan lempar jumroh di Mina, dalam rangkaian ibadah haji.
14 Oktober 2013, Madhya Pradesh, India
Paling tidak 115 orang meninggal karena terinjak-injak di dekat kuil Ratangarh, setelah kepanikan terjadi di satu jembatan. Ratusan orang berkumpul dalam perayaan Hindu Navatri.
14 Januar1 2011, Kerala, India
Lebih dari 102 jemaah meninggal akibat berjejalan saat kembali dari kuil Hindu Sabarimala. Kuil itu terletak di daerah pegunungan terpencil.
22 November 2010, Phnom Penh, Kamboja
Lebih dari 375 orang meninggal akibat berjejalan di jembatan di sungai Tonle Sap selama perayaan festival air. Perdana Menteri Hun Sen menggambarkan peristiwa itu sebagai "tragedi terbesar," di Kamboja sejak Khmer Merah.
30 September 2008, Rajasthan, India
Lebih dari 220 orang meninggal dalam peristiwa di kuil Hindu, Chamunda Devi di dalam benteng Mehrangarh.
3 August 2008, Himachal Pradesh, India
Paling tidak 140 orang meninggal di kuil Nainadevi, India saat hujan dan tenda tempat berlindung ambruk, mengakibatkan kepanikan.
12 Januari 2006, Mina, Arab Saudi
Paling tidak 364 orang meninggal akibat terinjak-injak setelah sejumlah koper jatuh dari bus di depan salah satu jembatan jumroh. Banyak jemaah yang terpeleset.
31 Augustus 2005, Baghdad, Iraq
Sekitar 1.000 jemaah Syiah meninggal terinjak-injak dan tenggelam di Sungai Tigris setelah terdengar berita buruk terjadi pengeboman bunuh diri. Berita ini menimbulkan kepanikan dan banyak korban jatuh di kalangan anak-anak dan perempuan.
1 Februari 2004, Mina, Arab Saudi
Sekitar 251 jemaah meninggal dalam peristiwa terinjak-injak selama 27 menit. Para pejabat mengatakan banyak korban bukan jemaah yang seharusnya tidak ikut dalam lempar jumroh. Sejumlah prosedur baru diterapkan menyusul kejadian ini.
9 Mei 2001, Accra, Ghana
Sekitar 120 orang meninggal di stadion olahraga Accra setelah pertandingan antara pendukung Accra Hearts dan Asante Kotoko. Polisi dituding bertanggung jawab oleh korban selamat karena menembakkan gas air mata di stadion yang penuh itu. Demonstrasi diawali oleh tim yang kalah.
9 April 1998, Mina, Arab Saudi
Paling tidak 118 jemaah meninggal dan lebih dari 180 lainnya terluka saat lempar jumroh. Sebagian besar jemaah dari Indonesia dan Malaysia meninggal terinjak-injak setelah jatuh dari jembatan.
2 Juli 1990, Mina, Saudi Arabia
Sekitar 1.420 jemaah, sebagian besar dari Malaysia dan Indonesia, meninggal di terowongan Mina. Pemerintah mengatakan sebagian besar meninggal akibat sesak nafas setelah ventilasi di terowongan rusak.









