Hari ketiga, bentrok di kompleks al-Aqsa

Sumber gambar, Getty
Bentrok antara pemrotes Palestina dan polisi Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa di Jerusalem memasuki hari ketiga, Selasa 15 September.
Para pengunjuk rasa melempar batu, mercon, serpihan beton, dan bom molotov ke arah aparat keamanan Israel, kata pejabat polisi Israel.
Ia mengatakan dua warga Palestina ditahan dan lima anggota polisi mengalami luka-luka ringan.
Situasi bisa diatasi tidak lama kemudian dan kompleks Al-Aqsa dibuka kembali untuk para pengunjung.
Masjid Al-Aqsa -yang disucikan baik oleh warga Muslim maupun Yahudi- sering menjadi lokasi ketegangan antara Israel dan Palestina.

Sumber gambar, Reuters
Israel mengizinkan warga Yahudi mengunjungi kompleks masjid, yang oleh warga Palestina dianggap sebagai provokasi.
Reaksi Yordania
PBB dan pemerintah Amerika Serikat sudah meminta kedua pihak untuk menahan diri.
Negara tetangga Israel dan Palestina, Yordania, memperingatkan bahwa Israel harus memulihkan ketertiban di Masjid Al-Aqsa dan sekitarnya.

Sumber gambar, Getty
Kalau tidak maka situasi ini akan mengancam hubungan antara Israel dan pemerintah di Amman.
"Provokasi dalam bentuk apa pun di Jerusalem akan berpengaruh terhadap hubungan Israel-Yordania. Yordania tak punya pilihan lain, selain mengambil tindakan yang tegas," kata Raja Abdullah dari Yordania.
Yordania yang menandatangani perjanjian damai dengan Israel bertanggung jawab atas aspek-aspek ke-Islaman di kompleks Al-Aqsa.









