Ratu Elizabeth II bakal pecahkan rekor sebagai penguasa terlama

Masa kekuasaan Ratu Elizabeth II akan melampaui nenek buyutnya, Ratu Victoria.
Keterangan gambar, Masa kekuasaan Ratu Elizabeth II akan melampaui nenek buyutnya, Ratu Victoria.

Ratu Elizabeth II bakal mencatat rekor sebagai penguasa Kerajaan Inggris terlama pada Rabu (09/09) sore waktu setempat.

Tepat pada pukul 17.30, Ratu Elizabeth II berkuasa selama 63 tahun dan tujuh bulan atau tepatnya 23.226 hari, 16jam, dan 30 menit. Catatan ini melampaui rekor yang dipegang oleh mendiang Ratu Victoria, nenek buyut Ratu Elizabeth II.

Ratu Victoria berkuasa pada 1837, saat dia baru berusia 18 tahun, hingga akhir hayatnya pada 1901. Sejarah mencatat dia menduduki tampuk kekuasaan selama 63 tahun, tujuh bulan, dan dua hari.

Perayaan

Untuk memperingati masa kekuasaan Ratu Elizabeth II, semua urusan di majelis rendah ditunda selama setengah jam sehingga semua anggota parlemen dapat menghormati ratu.

Di Sungai Thames, iring-iringan kapal bersejarah, kapal pesiar, dan kapal penumpang akan ambil bagian dalam prosesi yang berlangsung antara Tower Bridge dan Gedung Parlemen.

Jembatan akan terangkat sebagai tanda penghormatan dan kapal perang HMS Belfast bakal melepaskan tembakan sebanyak empat kali.

Ratu Elizabeth II sendiri tidak akan berada di London. Bersama suaminya, Ratu Elizabeth II akan meresmikan jalur rel Skotlandia yang menelan biaya £294 juta.

Ratu Elizabeth II berkuasa pada 1952 setelah ayahnya, Raja George VI, wafat.

Sumber gambar, Other

Keterangan gambar, Ratu Elizabeth II berkuasa pada 1952 setelah ayahnya, Raja George VI, wafat.

12 perdana menteri

Ratu Elizabeth II menjadi penguasa Kerajaan Inggris pada 1952 ketika masih berusia 25 tahun setelah ayahnya, Raja George VI, wafat.

Selama masa kekuasaan Ratu Elizabeth II, Inggris telah diperintah 12 perdana menteri. Salah satu perdana menteri, Sir John Major, menggambarkan ratu ‘di atas politik’.

“Ratu bukanlah bagian dari politik. Dia di atas politik. Monarki tidak akan sepopuler ini jika merupakan bagian dari politik,” kata Major.

Menanggapi kritik yang menilai Ratu Elizabeth II terlalu pasif sebagai penguasa Kerajaan Inggris, John Major menepisnya.

“Manakala Ratu bertemu perdana menteri, dia punya kesempatan untuk mempertanyakan, memberi petuah. Tiada seorang dan tiada perdana menteri yang akan memberi tahu Anda secara persis apa yang terjadi dalam pertemuan-pertemuan itu. Jadi bagi mereka yang mengatakan dia terlalu pasif, bagaimana mungkin mereka tahu?”

Di sisi lain, kelompok anti-monarki mengatakan masa kekuasaan Ratu Elizabeth yang mencapai lebih dari enam dekade adalah alasan untuk reformasi, bukan perayaan.

“Inilah saatnya bagi negara ini untuk menatap masa depan dan memilih pengganti melalui pemilihan yang jujur dan adil, seseorang yang bisa mewakili negara ini,” katanya.