Menlu Inggris bertemu Presiden Iran

Sumber gambar, AFP
Hubungan Inggris dan Iran bergerak ke arah yang baik tetapi harus "dilakukan secara hati-hati", kata Menteri Luar Negeri Philip Hammond sebelum berunding dengan Presiden Iran Hassan Rouhani di Teheran.
Meskipun terdapat "warisan ketidakpercayaan yang dalam" Iran adalah "pemain yang terlalu penting" untuk diasingkan, kata Hammond.
Kedua negara juga bekerja sama untuk mengatasi kelompok yang menamakan diri Negara Islam di Irak dan Suriah atau ISIS, katanya kepada BBC.
Perundingan dilakukan setelah <link type="page"><caption> pembukaan kembali kedutaan besar Inggris di Teheran </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150823_dunia_kedubes_inggris_teheran_dibuka" platform="highweb"/></link>pada hari Minggu (23 Agustus).
Kedubes Inggris di Teheran ditutup pada tahun 2011 setelah diserbu pengunjuk rasa saat demonstrasi menentang sanksi.
Hammond adalah menteri luar negeri pertama Inggris yang mengunjungi Iran sejak tahun 2003.
Dia mengatakan Inggris dan Iran memiliki "sejarah yang sulit", tetapi hubungan kedua negara semakin membaik dan pembukaan kembali hubungan diplomatik adalah "langkah maju yang masuk akal".
"Ya, kita harus hati-hati melangkah. Terdapat warisan ketidakpercayaan yang dalam di kedua pihak, dan kita memiliki perbedaan kebijakan sangat penting terkait masalah penting, tetapi ini bukan berarti kita tidak harus berunding," kata Hammond.









