Inggris akan buka kembali kedutaan besar di Teheran

Kedutaan besar Inggris di Teheran

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Kedutaan besar Inggris di Teheran ketika diserbu demonstran di tahun 2011 lalu.

Inggris akan membuka kembali kedutaan besar mereka di Teheran, sesudah tutup selama empat tahun.

Menteri Luar Negeri Philip Hammond akan mengunjungi Iran akhir pekan ini disertai delegasi para pelaku bisnis, menurut sumber pemerintahan.

Kedutaan Besar Inggris di Teheran <link type="page"><caption> ditutup tahun 2011 setelah diserbu demonstran</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2011/12/111203_ukiran" platform="highweb"/></link> yang menentang penetapan sanksi terhadap Iran oleh Inggris.

Kunjungan ini dilakukan beberapa pekan sesudah Teheran bersepakat dengan enam negara besar untuk <link type="page"><caption> memperlambat program nuklir mereka</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150818_dunia_iran_nuklir.shtml" platform="highweb"/></link>.

'Tak ingin dominan'

Pembukaan kembali kedutaan besar ini pertamakali diusulkan oleh William Hague bulan Juni tahun lalu, tapi tertunda lantaran masalah teknis.

Keengganan Iran untuk melonggarkan undang-undang impor mereka telah menyebabkan terlambatnya pemesanan alat-alat komunikasi untuk mengganti alat-alat lama yang hilang ketika kedutaan besar Inggris ditinggalkan.

Wartawan BBC Kim Ghattas baru-baru ini menghabiskan waktu sepekan di Iran -periode terpanjang di mana wartawan BBC diberi izin sejak 2009- dan mewawancarai Wakil Presiden Masumeh Ebtekar mengenai mencairnya hubungan diplomatik Iran dengan negara-negara Barat.

Ebtekar mengatakan Iran ingin menjalin kerja sama dengan negara-negara tetangga untuk mempromosikan perdamaian di Timur Tengah, dan Iran juga memilki hak mempertahankan diri sendiri serta tak punya niatan untuk mendominasi wilayah itu.