TV Thailand minta maaf terkait peragaan pengeboman

Kuil Erawan

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Doa bersama dan pelepasan merpati diselenggarakan di Kuil Erawan hari ini (21/08).

Sebuah stasiun televisi Thailand meminta maaf karena memperagakan ulang pengeboman di Kuil Erawan, Bangkok, dengan seorang staf mereka memakai pakaian menyerupai terduga utama pelaku.

Peragaan ulang Kamis (20/08) sore ini memicu kemarahan di Thailand, baik bagi pengunjung kuil maupun secara online.

Pemimpin stasiun TV itu kemudian mengakui bahwa tindakan itu tidak sensitif dan tak menghormati para korban.

Pembawa acara stasiun TV itu mengungkapkan permintaan mereka pada Kamis malam.

Dalam peragaan tersebut, seorang staf stasiun TV berpakaian seperti terduga utama.

Mereka menghentikan pengambilan gambar ketika orang-orang di lokasi "mengungkapkan kekesalan".

Sementara itu hari ini (21/08) diadakan doa bersama antar umat berbagai agama di kuil Erawan.

Wakil Perdana Menteri dan Gubernur Bangkok tampak menghadiri upacara tersebut bersama penduduk setempat.

Mereka memanjaatkan doa dan membunyikan lonceng memohon agar peristiwa serupa tak terulang lagi.

Hingga kini polisi belum mengidentifikasi terduga pelaku utama yang sketsanya sudah mereka sebarkan beberapa waktu lalu.