Afghanistan protes Pakistan terkait serangan

Ashraf Ghani

Sumber gambar, epa

Keterangan gambar, Presiden Ghani mengatakan kamp pelatihan bunuh diri dan pabrik pembuat bom di Pakistan "selamanya aktif".

Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, mengecam keras Pakistan terkait serangkaian serangan milisi di ibu kota Kabul.

Sebuah bom kendaraan di dekat bandara internasional Kabul pada hari Senin (10 Agustus) menewaskan lima orang.

Peristiwa ini membuat jumlah korban meninggal di Kabul dalam beberapa hari ini menjadi 50 orang.

Presiden Ghani mengatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa kamp pelatihan bunuh diri dan pabrik pembuat bom di Pakistan "selamanya aktif".

Dia mengatakan Afghanistan mengharapkan terjadinya perdamaian tetapi Kabul justru "menerima sejumlah pesan perang dari Pakistan".

Bom bandara

Seorang pembom bunuh diri Taliban menyerang pos pemeriksaan di dekat pintu masuk bandara internasional di Kabul.

Pejabat setempat mengatakan selain korban tewas, paling tidak 16 orang terluka dalam ledakan yang terjadi pada siang hari waktu setempat tersebut.

Juru bicara Taliban mengatakan serangan itu menargetkan iring-iringan warga asing, tetapi masih belum jelas apakah terdapat korban tewas atau cedera.

Peristiwa ini adalah kejadian terbaru dari serangkaian serangan mematikan setelah <link type="page"><caption> pengumuman pemimpin baru Taliban, Mullah Akhtar Mansour.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150809_dunia_afghanistan_taliban" platform="highweb"/></link>