Pelaku penembakan 'Batman' dinyatakan bersalah

Menurut keterangan sejumlah saksi mata, James Holmes memakai pakaian serba hitam saat melepaskan tembakan ke arah penonton bioskop.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Menurut keterangan sejumlah saksi mata, James Holmes memakai pakaian serba hitam saat melepaskan tembakan ke arah penonton bioskop.

Pria yang dituduh membunuh 12 orang dan mencederai 70 lainnya dalam pemutaran perdana film Batman di sebuah bioskop di Negara Bagian Colorado, Amerika Serikat, 2012 lalu, dinyatakan bersalah oleh dewan juri pengadilan.

Dewan juri, yang terdiri dari sembilan perempuan dan tiga pria, menolak pembelaan pengacara James Holmes bahwa <link type="page"><caption> kliennya mengalami schizophrenia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2012/08/120810_aurora_massacre" platform="highweb"/></link>.

Berbekal keputusan dewan juri tersebut, jaksa penuntut umum kini mengincar mahasiswa neurosains itu dengan hukuman mati.

Holmes, 27 tahun, dihadapkan pada 164 dakwaan yang mencakup pembunuhan, percobaan pembunuhan, hingga kepemilikan bahan peledak.

<link type="page"><caption> Selama masa persidangan</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2012/07/120724_batmanshootingcourt" platform="highweb"/></link> yang secara keseluruhan meliputi 49 hari dan 250 saksi mata, Holmes diketahui memasuki gedung bioskop di Kota Aurora, Negara Bagian Colorado, tatkala film The Dark Night Rises sedang diputar.

Kala itu, Holmes yang berpakaian serba hitam, membawa senapan serbu, senapan sebar, dan sepucuk pistol. Dia masuk melalui pintu darurat dan muncul tepat di depan layar bioskop.

Holmes lalu melepaskan tembakan ke arah penonton. <link type="page"><caption> Di antara korban terdapat tiga warga negara Indonesia dari satu keluarga yang tinggal di Colorado.</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2012/07/120721_coloradoupdate" platform="highweb"/></link>