Tersangka penembak 'Batman' didampingi psikiater

Sumber gambar, AP
Tersangka penembakan saat pemutaran perdana film Batman di Aurora, Colorado, AS, selama ini telah menjalani pemeriksaan oleh psikiater dari almamaternya, demikian catatan pengadilan.
James Holmes, yang berusia 24 tahun, diperiksa oleh psikiater di Universitas Colorado, Denver, tempatnya belajar ilmu saraf selama setahun.
Namun demikian, isi dokumen yang dikeluarkan pengadilan pada Jumat (27/07), tidak menyebutkan berapa kali Holmes menemui psikiaternya, Lynne Fenton.
Lynne Fenton dikenal sebagai profesor medis di universitas itu dengan spesialisasi gangguan kejiwaan jenis schizophrenia. Dia juga menjabat sebagai direktur pelayanan kesehatan mental mahasiswa.
Sejumlah laporan sebelumnya menyebutkan Holmes mengirim paket berisi catatan dan gambar tentang bagaimana dia akan membantai orang-orang di bioskop di Aurora ke pihak universitas, sebelum kejadian itu.
Belum diterima
Kuasa hukum Holmes mempertanyakan informasi tersebut, dan menganggap bahwa catatan Holmes itu merupakan upaya komunikasi antara dirinya dengan dokternya, sehingga sifatnya sangat rahasia.
Belum diketahui apakah catatan itu diterima oleh petinggi kampus itu sebelum penembakan pada 20 Juli lalu.
Keterangan pimpinan universitas menyebutkan, catatan itu tiba dan kemudian diselidiki pada Senin (23/07), tiga hari setelah kejadian.
James Holmes dituduh membunuh 12 orang dan melukai 58 orang lainnya saat pemutaran perdana film Batman terbaru di Aurora, Colorado, sepekan lalu.
Saat sidang pertama Holmes digelar Selasa (24/07) lalu, Holmes tampak tidak sepenuhnya menyadari apa yang terjadi saat ia duduk di pengadilan.
Dia mengenakan seragam tahanan warna merah dengan rambut dicat warna jingga.









