Meksiko rilis video aksi pelarian bandar narkoba El Chapo

Rekaman CCTV menunjukkan saat sebelum Guzman kabur

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Rekaman CCTV menunjukkan saat sebelum Guzman kabur

Pihak berwenang Meksiko telah merilis rekaman CCTV yang menunjukkan aktivitas singkat gembong narkoba terbesar negara itu sebelum kabur dari sel penjaranya.

Rekaman itu menunjukkan Joaquin Guzman berjalan mondar-mandir dalam selnya di penjara Altiplano pada Sabtu petang sebelum menuju ke kamar mandi dan menghilang.

Sebuah <link type="page"><caption> lubang yang mengarah menuju terowongan bawah tanah</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150712_dunia_meksiko_narkoba" platform="highweb"/></link> ditemukan yang ujungnya berada di sebuah lokasi pembangunan di luar dinding penjara.

Ini adalah kedua kalinya Guzman, yang dijuluki El Chapo atau “Si Pendek”, kabur dari tahanan.

Dia melarikan diri dari sebuah penjara dengan pengamanan ketat di Meksiko pada 2001 dan belum pernah ditangkap lagi hingga 2014 lalu.

Libatkan pimpinan penjara

Menteri dalam negeri Meksiko, Miguel Angel Osorio Chong mengatakan sejumlah pejabat penjara Altiplano diduga terlibat membantu Guzman kabur dari penjara.

Tiga pejabat penjara senior, termasuk direktur penjara, telah diberhentikan akibat kasus ini.

Walaupun mengenakan gelang pemantau dan diawasi selama 24 jam, Chapo Guzman mampu mengelabui para sipir penjara

Terowongan itu panjangnya lebih dari 1,5 km dengan tinggi 1,7 meter dan mengarah ke sebuah bangunan di luar dinding penjara.

Joaquin Guzman ditangkap lagi di kampung halamannya di Sinaloa, Februari 2014

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Joaquin Guzman ditangkap lagi di kampung halamannya di Sinaloa, Februari 2014

Pihak keamanan mengatakan pembangunan terowongan memakan waktu sekitar satu tahun.

Raja kokain

Imbalan senilai 60 juta pesos (Rp 50,7 milyar) telah ditawarkan bagi siapapun yang bisa menangkap hidup-hidup Guzman.

Sepak terjang Guzman makin dikenal setelah setelah dia menjadi raja kartel Sinaloa. Dia kemudian dikalim sebagai salah satu bandar narkoba yang paling menjadi target penangkapan aparat Meksiko.

Kartel yang dipimpinnya mampu mengendalikan sebagian besar peredaran kokain, mariyuana, dan methampethamine di wilayah AS.

Sebelum ditangkap pada 2014 lalu, Departemen luar negeri AS menawarkan hadiah hingga US$ 5 juta (Rp 66,8 miliar) bagi siapa pun yang memiliki informasi sang raja kokain itu.

Sejumlah laporan menyebutkan kekayaan pribadi Guzman mencapai US$ 1 triliun.