Bosnia kecam penyerangan terhadap PM Serbia di Srebrenica

Sumber gambar, AFP
Pemerintah Bosnia mengecam penyerangan terhadap PM Serbia Aleksandar Vucic dalam upacara peringatan 20 tahun pembunuhan massal Srebrenica.
Dalam pernyataannya yang dikeluarkan kantor presiden Bosnia menyebutkan Vucic telah mengunjungi kota Srebrenica "dalam semangat rekonsiliasi, dan berniat memberikan penghormatan" kepada para korban.
Dalam insiden itu, Vucic dipaksa untuk meninggalkan acara setelah mendapatkan ejekan dan dilempari batu.
Saksi mata mengatakan ketika Vucic telah meletakkan bunga di sebuah monumen, kerumunan massa meneriakkan "Allahu Akbar" lalu melempar batu ke arahnya.
Vucic dan petugas keamanannya berlindung dibalik payung kemudian meninggalkan upacara.

Sumber gambar, GETTY
Puluhan ribu orang berkumpul untuk memperingati peristiwan pembunuhan massal di kota Srebrenica.
Sekitar 8.000 Muslim tewas dalam tragedi Srebrenica oleh pasukan Bosnia Serbia dalam perang Bosnia.
Perkuat hubungan
Vucic memberikan keterangan di Belgrade setelah insiden, dan menyatakan kacamatanya pecah dalam insiden tersebut tetapi tidak mengalami luka.
Dia mengatakan penyerangnya terorganisir, tetapi dia menekankan akan melanjutkan kebijakan memperkuat hubungan dua negara.
"Saya meminta maaf karena sejumlah orang tidak mengerti niat saya untuk membangun persahabatan antara Serbia dan Bosnia," jelas dia.

Sumber gambar, Reuters
Vucic merupakan seorang mantan nasionalis radikal Serbia dalam pemerintahan pemimpin Serbia Slobodan Milosevic pada akhir 1990an.
Sekarang Vucic merupakan seorang politisi pro-Barat yang ingin mengarahkan Serbia untuk bergabung ke Uni Eropa.
Pemerintahan Vucic juga berupaya untuk mengamankan dukungan dari sekutunya <link type="page"><caption> Rusia pada Rabu lalu untuk memveto resolusi PBB</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/07/150708_dunia_rusia_srebenica.shtml" platform="highweb"/></link> untuk menyebut tragedi Srebrenica sebagai peristiwa genosida.












