Prancis tolak permintaan suaka Julian Assange

Sumber gambar, AFP
Pemerintah Prancis menolak suaka politik yang diajukan pendiri situs pembocor rahasia Wikileaks, Julian Assange, dengan alasan ia "tidak sedang menghadapi bahaya yang mengancam jiwanya".
"Prancis tidak bisa memenuhi permintaannya," demikian pernyataan yang dikeluarkan para pejabat di kantor kepresidenan Prancis, hari Jumat (03/07).
"Tidak ada hal-hal yang sedang mengancam jiwanya. Selain itu, <link type="page"><caption> telah keluar surat perintah penahanan untuk dirinya</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2014/11/141120_vonis_assange_dikukuhkan.shtml" platform="highweb"/></link>."
Sebelumnya surat kabar Le Monde menerbitkan surat terbuka dari Assange kepada Presiden Prancis, Francois Hollande, yang menyebutkan bahwa dirinya dalam bahaya.
Assange, yang memegang paspor Australia, sejak 2012 mencari perlindungan di kantor kedutaan Ekuador di London, setelah aparat penegak hukum di Swedia mengeluarkan permintaan ekstradisi terkait kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan Assange di negara tersebut.
Assange dan Wikileaks menjadi perbincangan masyarakat internasional ketika menerbitkan berbagai dokumen resmi milik militer dan pemerintah Amerika Serikat pada 2010.
Sejak itu Amerika membuka kasus terhadap dirinya. Pada saat yang hampir bersamaan kasus dugaan pelecehan seksual di Swedia ditangani oleh polisi dan jaksa.






