Kabinet pemerintah Palestina akan bubar

Sumber gambar, EPA
Kabinet bersatu pemerintah Palestina akan bubar, kata Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Abbas mengatakan kabinet itu harus dibubarkan karena faksi Hamas tidak membolehkan para pejabat beroperasi di wilayah Gaza yang dikendalikan Hamas.
Kabinet tersebut dilantik pada Juni 2014 lalu untuk mengakhiri perselisihan antara faksi Fatah, yang menguasai Tepi Barat, dan Hamas.
Kedua faksi itu memerintah Tepi Barat dan Gaza secara terpisah sejak Hamas memenangi pemilihan umum pada 2006. Setahun kemudian, faksi Fatah pun menyerahkan kendali Jalur Gaza ke Hamas.
Wartawan BBC, Yolande Knell, melaporkan masih ada perselisihan dan kecurigaan antara kedua faksi meski <link type="page"><caption> mereka sepakat membentuk pemerintahan teknokrat</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2014/04/140423_palestina_israel" platform="highweb"/></link>.
Sebagai contoh, Fatah menuding Hamas mencoba menciptakan negara independen di Gaza. Adapun Hamas menuduh Fatah menghindari pemilihan umum karena takut bakal kalah.
Di sisi lain, Israel berkeras tidak akan membuat kesepakatan dengan kabinet bersatu yang disokong Hamas.







