Cina menangkap 'pencuri' artefak Neolitikum

Sumber gambar, bbc
Polisi di Cina menangkap 175 orang lewat usaha yang disebut pemerintah sebagai operasi terbesar penemuan kembali artefak curian.
Kementerian Keamanan Masyarakat negara itu menyatakan 1.168 barang budaya senilai lebih US$80 juta telah ditemukan.
Artefak tersebut diduga digali secara gelap di Niuheliang, sebuah situs arkeologi Neolitikum di provinsi Liaoning, Cina timur laut.
Kementerian tersebut menyatakan kegiatan penjarah sangat merusak situs itu.
Salah satu artefak curian adalah naga giok, salah satu benda paling kuno yang mewakili mahluk dongeng tersebut, kata pemerintah.
UNESCO menyatakan <link type="page"><caption> situs arkeologi Niuheliang yang berumur 5.500-5.000 tahun adalah pusat pemakaman dan pengorbanan pada masa Hongshan akhir.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2010/12/101213_chinasoup" platform="highweb"/></link>
Media pemerintah melaporkan penemuan tersebut sebagai operasi terbesar sejenis sejak berdirinya negara Cina modern di tahun 1949.
Tanggal dilakukannya operasi pemilikan kembali artefak tidak disebutkan tetapi kementerian Cina menyatakan operasi itu melibatkan 1.000 perwira polisi.
Para penjarah dilaporkan membagi diri menjadi 10 kelompok yang melakukan berbagai kegiatan mulai dari penggalian sampai penjualan artefak, lapor media China Daily.
"Artefak segera terjual dan sering diperdagangkan," kata Cai Binghui, perwira polisi yang menangani kasus ini kepada China Daily.









