Pemerintah Australia akan 'merawat anak teroris'

Sumber gambar, afp getty
Anak-anak dari warga Australia yang berperang di luar negeri dengan kelompok teror kemungkinan akan dirawat pemerintah, kata Menteri Imigrasi Peter Dutton.
Pernyataannya disampaikan setelah muncul berita istri salah seorang milisi dari kelompok yang menamakan diri Negara Islam (IS) Australia berkeinginan kembali pulang dengan anak-anak mereka.
Tetapi Dutton mengatakan keputusan tersebut akan diambil berdasarkan kasus per kasus.
Usulan yang diajukan pada hari Selasa (26 Mei) itu juga akan menyebabkan <link type="page"><caption> sejumlah warga Australia kehilangan kewarganegaraannya karena mendukung kelompok teror.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/05/150526_dunia_australia_warga" platform="highweb"/></link>
Media setempat melaporkan istri dan anak-anak milisi IS Australia, Khaled Sharrouf, berusaha kembali ke Australia.
Keluarga istri Sharrouf, Tara Nettleton, berusaha membantunya dan lima anak pasangan tersebut untuk kembali ke Sydney, lapor Fairfax Media pada hari Rabu (27/05).
Diantaranya adalah seorang anak laki-laki yang diduga anak yang diambil fotonya tahun lalu sambil memegang kepala tanpa badan seorang warga Suriah.
Ketika ditanyakan tentang berita kembalinya mereka, Dutton mengatakan ibu anak-anak itu dapat juga didakwa melakukan pelanggaran terorisme.
Dia mengatakan perlakuan yang diterima anak-anak para warga yang diduga teroris akan ditentukan berdasarkan latar belakang dan umur mereka.
"Jika mereka bayi, misalnya, maka mereka akan dirawat negara, sama seperti yang terjadi pada sejumlah orang yang memutuskan untuk meninggalkan anak-anak mereka untuk pergi berperang," kata Dutton.










