Keluarga korban perkosaan Sri Lanka bertemu presiden

Sumber gambar, AFP
Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena, sudah bertemu dengan ibu dan abang dari remaja perempuan berusia 17 tahun yang diperkosa secara beramai-ramai sebelum dibunuh.
Kejahatan brutal di kota Jaffna, di Sri Lanka bagian utara, dua pekan lalu itu memicu kemarahan warga Sri Lanka yang menggelar aksi unjuk rasa di beberapa kota.
Presiden -yang sengaja terbang ke Jaffna dari ibukota Kolombo- memastikan keluarga korban bahwa mereka yang bertanggung jawab akan dibawa ke pengadilan.
Saat ini polisi sudah menahan sembilan pria yang terkait dengan pemerkosaan itu.

Sumber gambar, AFP
Masyarakat sempat menuduh polisi bertindak lamban menangani kasus tersebut dan sempat terjadi bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi di Jaffna, yang mayoritas penduduknya merupakan orang Tamil.
Jenazah korban ditemukan dalam keadaan luka di dekat rumahnya pada 14 Mei lalu, sehari setelah dia menghilang. Laporan-laporan media lokal menyebutkan tangan dan kakinya diikat dan dia dicekik namun hasil otopsi resmi belum diumumkan.
Para pegiat perempuan mengatakan pemerkosaan berlangsung secara meluas di Sri Lanka, namun untuk pertama kalinya pemerintah secara terbuka menyatakan penentangan.
Angka resmi menyebutkan terdapat 2.200 kasus pemerkosaan dan tindakan kekerasan lain atas perempuan dan anak-anak setiap tahunnya di negara itu.









