Pengkritik Ikhwanul Muslimin diangkat menjadi menteri kehakiman

Ahmed al-Zind

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Ahmed al-Zind (kiri) pernah mengatakan hakim adalah tuan di Mesir, yang lainnya budak.

Presiden Mesir, Abdel-Fattah al-Sisi, pada hari Rabu (20/05) melantik Ahmed al-Zind, pengkritik keras organisasi Ikhwanul Muslimin, sebagai menteri kehakiman yang baru.

Pernyataan yang dikeluarkan para pejabat di kantor presiden menyebutkan al-Zind diambil sumpahnya di depan Presiden al-Sisi dan perdana menteri.

Al-Zind sangat menentang tokoh Ikhwanul Muslimin, Mohamed Morsi, yang terpilih menjadi presiden dan digulingkan militer pada Juli 2013, sekitar setahun setelah menjabat.

Penggulingan Morsi dipimpin oleh al-Sisi yang ketika itu menjabat sebagai menteri pertahanan.

Al-Zind juga dikenal sebagai tokoh kontroversial karena berbagai pandangannya yang dinilai anti-Islam.

Salah satu komentarnya yang mengundang polemik adalah bahwa hakim adalah para tuan di Mesir, yang lainnya adalah budak.

Pendahulu al-Zind, Mahfouz Saber, <link type="page"><caption> dipaksa mengundurkan diri pada 11 Mei</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/05/150511_mesir_hakim_pemulung.shtml" platform="highweb"/></link> setelah memicu kemarahan massal, terkait pernyataanya bahwa anak pemulung atau tukang kebersihan tak layak menjadi hakim.

Saber juga mengatakan latar belakang sebagai pemulung tak cocok menjadi hakim di Mesir.

"Mereka akan tertekan dan tak bisa menjalankan tugas," kata Saber.